Kompas.com - 05/10/2022, 15:01 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com – Taiwan sudah menyiapkan persediaan bulanan untuk pasokan penting seperti makanan dan energi untuk berjaga-jaga jika konflik militer dengan China pecah betulan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Taiwan Chen Chern-chyi kepada wartawan, Rabu (5/10/2022).

Sebelumnya, China menggelar latihan besar-besaran di Selat Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus.

Baca juga: Taiwan Segera Hapus Kewajiban Karantina, Sambut Turis Kembali

“Sehubungan dengan kemungkinan konflik militer, kami sudah memiliki persiapan untuk makanan, energi, dan pasokan penting termasuk pasukan untuk manufaktur,” ucap Chen.

“Kami memiliki sistem. Kami melakukan inventarisasi setiap bulan,” sambung Chen, sebagaimana dilansir Reuters.

Dia menjamin, Taiwan memiliki berbagai macam pasokan tersebut untuk jangka waktu tertentu.

“Termasuk makanan, pasokan penting, mineral, bahan kimia, dan energi tentunya,” tutur Chen.

Baca juga: China Bersedia Menyatukan Taiwan Secara Damai

Bauran energi nasional di Taiwan terdiri atas gas alam yang dicairkan (LNG), batu bara, nuklir, dan energi terbarukan.

“Kami masih sangat yakin sehubungan dengan urusan ketahanan energi ini,” papar Chen.

Taiwan memiliki sumber daya alam yang rendah. Di satu sisi, Taipei ingin membangkitkan energi listrik lebih banyak dari LNG.

Baca juga: Kapal AS dan Kanada Berlayar di Selat Taiwan, China Siaga Tinggi

Rencana tersebut disiapkan sebagai langkah untuk meninggalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu langkah Taiwan adalah membangun terminal LNG raksasa di wilayah barat laut.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Taiwan Wang Mei-hua rapat bersama parlemen untuk membahwas peningkatan kapasitas penyimpanan LNG.

Baca juga: Biden: Pasukan AS Akan Bela Taiwan jika China Menyerang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] WNI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Bayar Broker | Plot Kudeta Jerman

[POPULER GLOBAL] WNI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Bayar Broker | Plot Kudeta Jerman

Global
Ini Sejumlah Kutipan Paling Terkenal 2022, Ada dari Zelensky, Trump dan Chris Rock Seusai Ditampar

Ini Sejumlah Kutipan Paling Terkenal 2022, Ada dari Zelensky, Trump dan Chris Rock Seusai Ditampar

Global
Indonesia Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Digelar di Bali tahun 2024

Indonesia Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Digelar di Bali tahun 2024

Global
Kondisi Peru Pasca-pemakzulan Presiden Castillo

Kondisi Peru Pasca-pemakzulan Presiden Castillo

Global
Australia Tambahkan Informasi KUHP Indonesia di Saran Perjalanan Warganya

Australia Tambahkan Informasi KUHP Indonesia di Saran Perjalanan Warganya

Global
Dokumen Rahasia Bocor, Panglima Jerman Ungkap Kemungkinan Perang Lawan Rusia

Dokumen Rahasia Bocor, Panglima Jerman Ungkap Kemungkinan Perang Lawan Rusia

Global
Siapakah Pangeran Sayap Kanan yang Jadi Penentu Plot Kudeta Jerman?

Siapakah Pangeran Sayap Kanan yang Jadi Penentu Plot Kudeta Jerman?

Global
China Disebut Membahayakan Aset Luar Angkasa AS

China Disebut Membahayakan Aset Luar Angkasa AS

Global
Rusia Luncurkan Gelombang Serangan Drone Terbaru di Ukraina, Dapat Pasokan Anyar dari Iran

Rusia Luncurkan Gelombang Serangan Drone Terbaru di Ukraina, Dapat Pasokan Anyar dari Iran

Global
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Ukraina Serukan Tangkap dan Adili Putin

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Ukraina Serukan Tangkap dan Adili Putin

Global
Presiden Peru yang Dimakzulkan, Pedro Castillo, Hadapi Tuntutan Pidana

Presiden Peru yang Dimakzulkan, Pedro Castillo, Hadapi Tuntutan Pidana

Global
Sambutan untuk Xi Jinping di Arab Saudi Lebih Mewah daripada Joe Biden

Sambutan untuk Xi Jinping di Arab Saudi Lebih Mewah daripada Joe Biden

Global
Perlombaan Senjata Nuklir dan Gerakan Anti-Perang

Perlombaan Senjata Nuklir dan Gerakan Anti-Perang

Global
Pria Lansia Jepang Telepon Kantor Polisi 2.060 Kali Selama 9 Hari, Teriak Pencuri Pajak

Pria Lansia Jepang Telepon Kantor Polisi 2.060 Kali Selama 9 Hari, Teriak Pencuri Pajak

Global
Siapa Viktor Bout? Sang 'Pedagang Maut' yang Jadi Bagian dari Kesepakatan Pertukaran Tahanan AS-Rusia

Siapa Viktor Bout? Sang "Pedagang Maut" yang Jadi Bagian dari Kesepakatan Pertukaran Tahanan AS-Rusia

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.