Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tokoh-tokoh Pro-perang Rusia Ungkap Rasa Frustrasi Usai Ukraina Rebut Kembali Kota Strategis

Kompas.com - 05/10/2022, 13:02 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Penarikan pasukan Rusia dari kota Lyman yang strategis dan penting di Ukraina timur telah memicu kritik terbuka yang langka terhadap petinggi militer Rusia oleh tokoh-tokoh pro-perang Rusia yang terkemuka dan akun media sosial yang berpengaruh.

Bukan suara oposisi atau anti-perang yang memimpin paduan suara ketidakpuasan ini. Kritik terbaru justru disuarakan tokoh-tokoh pro-perang, yang tidak senang dengan cara kementerian pertahanan Rusia melakukan perang di Ukraina.

Baca juga: Pasukan Ukraina Rebut Belasan Permukiman dari Tentara Rusia, Kemajuan Besar dalam Sepekan

Salah satu yang pertama bereaksi terhadap hilangnya kendali atas kota strategis Lyman adalah Ramzan Kadyrov, pemimpin Republik Chechnya Rusia dan pendukung setia Presiden Vladimir Putin.

Dalam sebuah unggahan Telegram pada 1 Oktober, ia menyalahkan Jenderal Alexander Lapin, komandan Distrik Militer Pusat Rusia, dan perwira senior di Staf Umum Rusia atas kerugian tersebut.

"Jika terserah pada saya, saya akan menurunkan Lapin dari jabatannya, melucuti penghargaannya, memberinya senapan serbu dan mengirimnya ke depan untuk membasuh rasa malunya dengan darah," katanya dalam unggahannya, yang telah dilihat lebih dari 7,6 juta kali sebagaimana dilansir BBC pada Selasa (4/10/2022).

Kritiknya terhadap komando militer Rusia kemudian didukung oleh sekutu Kremlin Yevgeny Prigozhin, seorang maestro media dan pendiri perusahaan militer swasta Wagner.

Baca juga: Dikabarkan Akan Gunakan Nuklir di Ukraina, Ini Jawaban Rusia

"Pernyataan ekspresif Kadyrov tidak sepenuhnya sesuai dengan gaya saya. Tapi saya bisa mengatakannya, Ramzan, Anda seorang bintang, (yang) mengatakan apa adanya!" katanya dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh perusahaan Konkord-nya di halaman media sosial VK mereka.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah pandangan politik di Moskwa berubah?

Lanskap media Rusia dikontrol dengan ketat, sehingga tidak mengherankan bahwa tiga saluran TV utama negara itu mengecilkan kemunduran pasukan Putin dari Lyman dalam buletin berita malam primetime mereka pada 2 Oktober, dan mengabaikannya sama sekali kekalahan tersebut dalam buletin berita pagi mereka pada 3 Oktober.

Namun, platform berbagi video seperti YouTube dan saluran media sosial Telegram semakin populer di Rusia di tengah larangan situs-situs seperti Facebook, Instagram dan Twitter - dan di sinilah kritik lebih lanjut terhadap petinggi Rusia ditemukan.

Selama penampilan di saluran YouTube propagandis Kremlin Vladimir Solovyov pada 1 Oktober, anggota parlemen dan mantan jenderal Andrei Gurulyov mengatakan dia "tidak bisa menjelaskan kekalahan di Lyman".

Halaman:
Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Global
Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Global
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Global
Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Global
Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Global
Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Global
Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Global
Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Global
Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Global
Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran Diserang, 1 Penjaga Tewas

Global
Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Arkeolog Mesir Klaim Temukan Makam Firaun Berisi Mumi Tertua dan Terlengkap

Global
Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Militer AS Klaim Bunuh Pejabat Senior ISIS di Somalia

Global
Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Muncul Desakan dari Ukraina, Ayah Djokovic Pilih Tak Akan Hadiri Semifinal Australia Open

Global
CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

CDC: Ada Risiko Stroke pada Lansia yang Terima Booster Pfizer

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+