Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Mengenal Pesawat Tempur F-35 yang Kontroversial

Kompas.com - 03/01/2022, 09:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PESAWAT tempur F-35 adalah pesawat terbang buatan pabrik pesawat terbang Amerika Serikat Lockheed Martin. Pesawat bermesin tunggal segala cuaca dari jenis multirole combat aircraft itu biasa disebut sebagai F-35 Lightning II.

Yang menjadi istimewa dari F-35 ini adalah dapat digunakan untuk perang udara (air to air) dan sekaligus untuk menyerang sasaran di daratan (air to ground). Pertama kali terbang di tahun 2006 dan kini sudah digunakan oleh antara lain Angkatan Udara, Korps Marinir, dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Di luar Amerika diketahui Angkatan Udara Australia yang sudah mengopersaikan pesawat F-35 itu di samping tentu saja negara-negara sekutu dekat AS.

Baca juga: Thailand Rupanya Incar Jet Tempur Siluman F-35, Sebut Harganya Murah

Sampai dengan Desember 2021 pesawat F-35 sudah diproduksi lebih dari 700 unit.

Awalnya pesawat F-35 dirancang untuk pengganti F-16 yang membutuhkan penyempurnaan sebagai sebuah pesawat tempur serbaguna yang sudah war proven. Yang menarik adalah para pilot F-16 Amerika mengomentari bahwa begitu anda menerbangkan F-35, maka anda akan kehilangan selera untuk terbang lagi dengan F-16. Sebuah kesan tentang bagaimana “canggih”-nya pesawat F-35.

Berbiaya mahal

Proyek pembuatan F-35 memang membutuhkan biaya yang luar biasa besar setelah dihentikannya proyek F-22 Raptor. Salah satu alasan dihentikannya proyek F-22 Raptor adalah terlalu mahal dan dinilai tidak ada gunanya lagi setelah perang dingin usai di tahun 1991. Titik awal dari berakhirnya persaingan “ügal-ugalan” perlombaan persenjataan antara NATO dengan Pakta Warsawa.

Baca juga: Finlandia Borong 64 Jet Tempur Siluman F-35, Nilainya Hampir Sama Anggaran Pertahanan RI

Proyek besar F-35 yang juga sangat mahal dinilai tetap diperlukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya karena dikembangkan dengan tiga varian sekaligus. Di samping diproduksi sebagai pesawat terbang yang memiliki performa take off landing biasa, dibuat pula varian take off landing vertical dan dalam versi untuk take off landing di kapal induk.

Disain pesawat F-35 khusus dibuat untuk menjadi sebuah pesawat yang tidak dapat dideteksi radar pertahanan udara musuh. Itu sebab maka badan pesawat walau terlihat besar akan tetapi bentuk aerodinamiknya sangat streamline alias ramping. Bentuk khusus dari disain pesawat yang dibuat untuk sulit terditek radar hanud (pertahanan udara).

Berbeda dengan pesawat tempur sebelumnya yang terlihat jelas persenjataan yang dibawanya, maka di pesawat F-35 seluruh persenjataan tertutup rapi, terbungkus dalam badan pesawat. Performa yang unik dari F-35 telah menyebabkan pesawat ini dapat diandalkan sebagai pengganti beberapa pesawat lain yang sudah dinilai uzur, seperti F-16 dan F-18 serta A-10 Thunderbolt.

Pesawat F-35 benar-benar pesawat tempur yang ngabehi diproduksi untuk berbagai macam peran dan dengan sendirinya dalam berbagai versi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Setelah Dikuasai Rusia, Kota Kherson di Ukraina Kenalkan Rubel Jadi Mata Uang Resmi

Global
Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Profil Anthony Albanese PM Australia yang Baru, Pemimpin Partai Buruh

Global
Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Ini Isi Hutan Purba yang Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa China

Global
“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

“Polos”, Kim Jong Un Kubur Mentornya di Tengah Krisis Covid-19 Korea Utara

Global
China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

China Tanggapi Janji AS Lindungi Taiwan jika Diserang

Global
Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Global
Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Tentara Rusia Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Pengadilan Kejahatan Perang di Ukraina

Global
Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Panen Kritik Setelah Ditunjuk Jadi Dubes Malaysia untuk Indonesia, Tajuddin Abdul Buka Suara

Global
Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Ukraina Terkini: Rusia Serbu Kota Sievierodonetsk, tetapi Gagal dan Mundur

Global
Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Masih Dicengkeram Covid-19, Beijing Desak Jutaan Warganya Tetap WFH

Global
Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Kenapa Isu Iklim Bisa Jadi Masalah Utama yang Pengaruhi Suara Pemilih di Pemilu Australia?

Global
Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Biden: 13 Negara Gabung Aliansi Dagang IPEF di Asia-Pasifik untuk Saingi China

Global
Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Mendagri Singapura Klaim UAS Telah Meradikalisasi Warga Singapura

Global
Sri Lanka Kekurangan Obat-obatan, Dokter: Hukuman Mati untuk Rakyat

Sri Lanka Kekurangan Obat-obatan, Dokter: Hukuman Mati untuk Rakyat

Global
Alihkan Tabungan ke Kripto karena Takut Dampak Invasi, Pria Ini Malah Kehilangan Seluruh Uangnya

Alihkan Tabungan ke Kripto karena Takut Dampak Invasi, Pria Ini Malah Kehilangan Seluruh Uangnya

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.