Sebelum AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, China Peringatkan Akan Membalas

Kompas.com - 07/12/2021, 08:32 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat berbicara dalam konferensi pers harian di kantor Kementerian Luar Negeri, Beijing, Senin (24/2/2020). AP PHOTO/ANDY WONGJuru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat berbicara dalam konferensi pers harian di kantor Kementerian Luar Negeri, Beijing, Senin (24/2/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - China pada Senin (6/12/2021) sempat memperingatkan akan ada tindakan balasan, sebelum Amerika Serikat (AS) mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022.

Peringatan itu dilontarkan China beberapa jam setelah muncul laporan bahwa Pemerintahan Biden akan segera mengumumkan boikot.

CNN dan NBC mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya pada Minggu (5/12/2021), mengatakan bahwa boikot diplomatik - yang berarti tidak ada pejabat Pemerintah AS yang akan menghadiri Olimpiade, tetapi para atlet masih akan bertanding - dapat diungkapkan minggu ini setelah Presiden Joe Biden pada November berkata sedang mempertimbangkannya.

Baca juga: AS Resmi Umumkan Boikot Diplomatik di Olimpiade Beijing 2022

Biden berada di bawah tekanan di dalam negeri untuk berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia China, terutama di Xinjiang. Pemerintah AS mengatakan, penindasan terhadap kelompok etnis Uighur bisa dikategorikan genosida.

Menanggapi laporan tadi, Beijing mengatakan langkah seperti itu untuk mencari panggung.

"Saya ingin tekankan bahwa Olimpiade Musim Dingin bukanlah panggung untuk sikap dan manipulasi politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam konferensi pers reguler pada Senin.

Ia pun memperingatkan AS agar berhenti membesar-besarkan isu boikot.

"Jika AS bertekad menempuh caranya sendiri, China akan mengambil tindakan balasan yang tegas," lanjut Zhao dikutip dari AFP.

Para aktivis mengatakan, setidaknya satu juta orang Uighur dan lainnya yang berbahasa Turki, sebagian besar minoritas Muslim, dipenjara di kamp-kamp Xinjiang.

China juga dituduh mensterilkan wanita secara paksa dan menerapkan kerja paksa di sana.

Digelar hanya enam bulan setelah Olimpiade Tokyo yang tertunda akibat pandemi, Olimpiade Beijing akan diadakan pada 4-20 Februari dengan pembatasan Covid-19.

Baca juga: AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing, Begini Respons IOC

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Peringatkan AS: Dukungan untuk Kemerdekaan Taiwan Akan Picu Konflik Militer

China Peringatkan AS: Dukungan untuk Kemerdekaan Taiwan Akan Picu Konflik Militer

Global
Kisah Sarindo, Pekerja Indonesia yang Tak Bisa Pulang dari Arab Saudi Setelah Kena PHK, Berharap Bantuan Pemerintah RI

Kisah Sarindo, Pekerja Indonesia yang Tak Bisa Pulang dari Arab Saudi Setelah Kena PHK, Berharap Bantuan Pemerintah RI

Global
Saat China Mengubah Ending Film Fight Club, Seperti Apa Jadinya?

Saat China Mengubah Ending Film Fight Club, Seperti Apa Jadinya?

Global
Perempuan Singapura Curi 15 Emas Batangan Senilai Rp 12,5 Miliar, Terkait Sindikat Internasional

Perempuan Singapura Curi 15 Emas Batangan Senilai Rp 12,5 Miliar, Terkait Sindikat Internasional

Global
Jembatan Pittsburgh AS Ambruk Sesaat Sebelum Kunjungan Biden, Beberapa Orang Cedera

Jembatan Pittsburgh AS Ambruk Sesaat Sebelum Kunjungan Biden, Beberapa Orang Cedera

Global
Babi Tertua di Dunia Berumur 24 Tahun, Dipelihara Bak Anjing

Babi Tertua di Dunia Berumur 24 Tahun, Dipelihara Bak Anjing

Global
Makan bareng Zombie dan Vampir di Arab Saudi, Bagaimana Rasanya?

Makan bareng Zombie dan Vampir di Arab Saudi, Bagaimana Rasanya?

Global
Jaga-jaga Perang Rusia-Ukraina, AS Segera Kirim Pasukan ke Eropa Timur

Jaga-jaga Perang Rusia-Ukraina, AS Segera Kirim Pasukan ke Eropa Timur

Global
Bunyikan Lonceng Lebih dari 200 Kali Sehari, Pendeta Italia Didenda Rp 32 Juta

Bunyikan Lonceng Lebih dari 200 Kali Sehari, Pendeta Italia Didenda Rp 32 Juta

Global
Pemain Timnas Mesir Ketahuan Pakai Joki Ujian Nasional Saat Main di Piala Afrika

Pemain Timnas Mesir Ketahuan Pakai Joki Ujian Nasional Saat Main di Piala Afrika

Global
Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Global
Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Global
Viral, Eksperimen Pajang Foto 'Jelek' di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Viral, Eksperimen Pajang Foto "Jelek" di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Global
Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Global
Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.