Sebar Foto Korban Pembunuhan di WhatsApp, 2 Polisi Inggris Dipenjara Hampir 3 Tahun

Kompas.com - 07/12/2021, 08:02 WIB
Deniz Jaffer (kiri) dan Jamie Lewis (kanan), dua Polisi Metropolitan Inggris yang dipenjara 2 tahun 9 bulan, karena menyebar foto-foto korban pembunuhan di WhatsApp saat berada di TKP. MET POLICE via BBCDeniz Jaffer (kiri) dan Jamie Lewis (kanan), dua Polisi Metropolitan Inggris yang dipenjara 2 tahun 9 bulan, karena menyebar foto-foto korban pembunuhan di WhatsApp saat berada di TKP.

LONDON, KOMPAS.com - Sebanyak dua polisi London pada Senin (6/12/2021) dijatuhi hukuman masing-masing dua tahun sembilan bulan penjara, akibat menyebar foto-foto korban pembunuhan di WhatsApp.

Deniz Jaffer dan Jamie Lewis dipenjara atas apa yang disebut hakim Mark Lucraft sebagai "perilaku yang mengerikan dan tidak dapat dijelaskan".

Mereka memotret dua perempuan bersaudara yang menjadi korban pembunuhan, yaitu Bibaa Henry (46) dan Nicole Smallman (27), di TKP taman pedesaan yang luas di barat laut London tahun lalu.

Baca juga: Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas

Pemotretan itu termasuk selfie yang dilakukan oleh Jamie Lewis dengan menyertakan wajahnya.

Kedua Polisi Metropolitan itu ditugaskan untuk melindungi TKP, tetapi malah mengambil foto yang tidak pantas dan tidak sah lalu membagikannya di media sosial.

Di grup WhatsApp, mereka juga menggambarkan para korban sebagai "burung mati".

Orang-orang itu mengabaikan privasi para korban demi sensasi murahan atau bentuk bualan, yang merusak kepercayaan dan keyakinan pada polisi, kata hakim di pengadilan Old Bailey London.

Bibaa Henry (46) dan Nicole Smallman (27), dua korban pembunuhan di Inggris yang foto mayat dan TKP-nya disebar di WhatsApp oleh polisi pada 2020.DOK KELUARGA SMALLMAN via BBC Bibaa Henry (46) dan Nicole Smallman (27), dua korban pembunuhan di Inggris yang foto mayat dan TKP-nya disebar di WhatsApp oleh polisi pada 2020.
Bibaa Henry yang merupakan pekerja sosisal dan Nicole Smallman yang berprofesi sebagai fotografer lepas, tewas pada Juni 2020 ketika mereka merayakan ulang tahun adik perempuannya dalam piknik larut malam.

Pembunuhnya, Danyal Hussein (19), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada awal 2021 dan mengatakan kepada pengadilan, dia membuat perjanjian dengan "setan" untuk membunuh wanita.

Kedua perempuan tersebut dilaporkan hilang oleh teman dan kerabatnya, tetapi polisi tidak mencatat dan menindaklanjuti informasi tersebut dengan benar.

Akibatnya, keluarga dan teman-teman Henry serta Smallman pergi mencari sendiri dan keesokan harinya menemukan mayat mereka di taman.

Polisi Metropolitan meminta maaf kepada keluarga korban yang merupakan warga kulit hitam, dan sempay menuduh penyelidikan dinodai oleh bias rasial.

Ibu korban, Mina Smallman, mengatakan bahwa tindakan polisi termasuk tindakan asusila.

Baca juga: Taliban Larang Anggotanya Selfie, Jalan-jalan, dan Berpakaian Keren karena Bisa Merusak Ïmage

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Global
Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Global
Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Global
Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Global
AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

Global
Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Global
Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Global
Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Global
Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Global
Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Global
Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Global
Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Global
23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

Global
Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Global
Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.