Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Kompas.com - 29/11/2021, 17:04 WIB
Asap dari polusi udara yang menyelimuti pinggiran ibu kota India, New Delhi, pada Kamis (18/11/2021). Tingkat polusi udara masih sangat tinggi di New Delhi saat itu, sehari setelah pemerintah menutup sekolah tanpa batas waktu dan menutup beberapa pembangkit listrik untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti selama hampir sebulan. AP PHOTO/ALTAF QADRIAsap dari polusi udara yang menyelimuti pinggiran ibu kota India, New Delhi, pada Kamis (18/11/2021). Tingkat polusi udara masih sangat tinggi di New Delhi saat itu, sehari setelah pemerintah menutup sekolah tanpa batas waktu dan menutup beberapa pembangkit listrik untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti selama hampir sebulan.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Mahkamah Agung pada Senin (29/11/201) menyatakan keprihatinan atas memburuknya kualitas udara ibu kota India, New Delhi.

Mahkamah Agung lantas menanyai pihak berwenang setempat mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan polusi udara yang buruk.

Sidang khusus Mahkamah Agung yang terdiri dari Ketua Mahkamah Agung India NV Ramana serta Hakim DY Chandrachud dan Surya Kant membacakan argumen tersebut.

Baca juga: Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Pengadilan tertinggi tersebut menyatakan, tingkat polusi di ibu kota membuat India mendapat citra negatif di mata dunia sebagaimana dilansir The Times of India.

Ini juga mengarahkan Pemerintah New Delhi untuk menyusun rencana komprehensif untuk menanam pohon dan bibit pohon.

“Pemerintah juga harus melibatkan LSM, anggota masyarakat sipil, mahasiswa dan lainnya dalam penanaman pepohonan di kota,” saran Mahkamah Agung India.

Baca juga: 100 Kota di Dunia Paling Tercemar Polusi Udara: 94 Berada di India, China, dan Pakistan

Mahkamah Agung kemudian meminta pemerintah Delhi, Negara Bagian Punjab, Negara Bagian Haryana, dan Negara Bagian Uttar Pradesh untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah mereka ambil sesuai arahan Komisi Manajemen Kualitas Udara di Delhi.

Hal tersebut untuk mengekang polusi udara dan meminta laporan kepatuhan dari mereka.

Jika pemerintah negara bagian gagal menerapkan arahan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, komisi polusi udara, dan Pusat, maka akan dibentuk satuan tugas untuk implementasi langkah-langkah mengurangi polusi.

Baca juga: Cerita WNI di India Hidup Diselimuti Polusi Udara Parah: Sudah Biasa Seperti Ini

Selama sidang sebelumnya, pengadilan telah menyerukan studi statistik dan ilmiah menyeluruh serta tanggapan bertahap untuk memerangi masalah polusi.

Kualitas udara New Delhi pada Senin masuk dalam kategori parah, data real-time dari Badan Pengendalian Pencemaran Pusat (CPCB) menunjukkan.

Indeks kualitas udara di Mathura Road dan kawasan Delhi University juga tercatat dalam kategori parah.

Baca juga: Pemkot New Delhi Tolak Lockdown untuk Atasi Polusi Udara India yang Semakin Berbahaya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Global
Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Global
Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.