Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Kompas.com - 27/11/2021, 15:46 WIB
Asap dari polusi udara yang menyelimuti pinggiran ibu kota India, New Delhi, pada Kamis (18/11/2021). Tingkat polusi udara masih sangat tinggi di New Delhi saat itu, sehari setelah pemerintah menutup sekolah tanpa batas waktu dan menutup beberapa pembangkit listrik untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti selama hampir sebulan. AP PHOTO/ALTAF QADRIAsap dari polusi udara yang menyelimuti pinggiran ibu kota India, New Delhi, pada Kamis (18/11/2021). Tingkat polusi udara masih sangat tinggi di New Delhi saat itu, sehari setelah pemerintah menutup sekolah tanpa batas waktu dan menutup beberapa pembangkit listrik untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti selama hampir sebulan.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Ibu kota India, New Delhi, akan membuka kembali sekolah-sekolah pada Senin (29/11/2021), setelah seminggu ditutup akibat polusi udara yang berbahaya.

Menteri Lingkungan negara bagian Delhi, Gopal Rai, pada Rabu (24/11/2021) mengatakan kepada wartawan, tingkat polusi di kota itu membaik dalam tiga hari terakhir dan beberapa pembatasan akan dilonggarkan.

Otoritas setempat sebelumnya mengumumkan penutupan beberapa pabrik batu bara, larangan masuknya kendaraan yang tidak esensial, pembatasan pekerjaan konstruksi, dan mendesak warga untuk tetap di rumah karena beberapa polutan udara mencapai lebih dari 30 kali maksimum dari batas yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Cerita WNI di India Hidup Diselimuti Polusi Udara Parah: Sudah Biasa Seperti Ini

Tingkat PM 2.5, partikel paling berbahaya yang mengakibatkan penyakit paru-paru dan jantung kronis, masih sekitar 120 mikrogram per meter kubik pada Rabu menurut perusahaan pemantau IQAir. Angka itu masih delapan kali batas WHO.

New Delhi, salah satu kota paling tercemar di dunia dan berpenduduk 20 juta orang, diselimuti kabut asap tebal setiap musim dingin setelah para petani di negara bagian utara yang berdekatan membakar sisa tanaman.

“Sekolah, perguruan tinggi, dan institusi dapat dibuka kembali pada Senin. Kantor-kantor pemerintah tempat kami memberlakukan kerja dari rumah juga akan dibuka kembali dan kami akan menyarankan pejabat untuk menggunakan transportasi umum,” kata Rai.

Kantor berita AFP mewartakan, pembatasan kegiatan konstruksi di New Delhi juga sudah dilonggarkan.

Kendaraan bertenaga listrik dan gas alam terkompresi yang lebih bersih juga akan diizinkan masuk kembali ke New Delhi.

Komisi Manajemen Kualitas Udara untuk Delhi pekan lalu memerintahkan "alat anti-kabut asap" dan alat penyiram air beroperasi di titik-titik polusi setidaknya tiga kali sehari.

Namun para kritikus mengatakan, kebijakan itu tidak mengatasi akar penyebab polusi industri, polusi kendaraan, dan pembakaran tanaman yang bercampur menjadi kabut asap musim dingin yang beracun.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan tahun lalu, IQAir yang berbasis di Swiss menemukan bahwa 22 dari 30 kota paling tercemar di dunia berada di India.

Baca juga: 100 Kota di Dunia Paling Tercemar Polusi Udara: 94 Berada di India, China, dan Pakistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

Global
Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Global
Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.