Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2021, 16:52 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber ScreenRant

KOMPAS.com - Netflix akhirnya merilis bagian 5 dari serial drama kriminal Spanyol "Money Heist" atau "La Casa de Papel."

Serial masih menampilkan sekelompok perampok masih mengenakan jumpsuits merah dan topeng Salvador Dali.

Tujuan kostum dalam narasinya adalah untuk menyamarkan identitas sebenarnya dari para penjahat.

Baca juga: Lagu Bella Ciao di Serial Money Heist Sarat Semangat Perjuangan

Namun, apakah sebenarnya arti dari jumpsuits merah dan topeng Salvador Dali yang dipakai Tokyo cs. di Money Heist?

Kostum ikonik ini berasal dari musim pertama, yang dikenakan kelompok inti karakter.

Kisahnya mengikuti pencurian berisiko tinggi dari Royal Mint of Spain, yang sebagian besar diceritakan dari sudut pandang seorang perampok wanita, dengan nama sandi "Tokyo."

Dilansir Screenrant, jumpsuits merah di Money Heist mendukung tema inti dari apa yang disebut "revolusi."

Merah adalah warna yang berani, sering dikaitkan dengan resistensi.

Ini adalah warna darah, yang mungkin memiliki konotasi simbolis dengan kekerasan, serta gairah.

Bendera merah biasanya diasosiasikan dengan gerakan revolusioner dalam kehidupan nyata maupun dalam fiksi, misalnya, di "Les Miserables."

Sang profesor, dalang yang melakukan pengambilan gambar di belakang layar, bahkan menyatakan di musim satu bahwa kelompok tersebut tidak hanya menargetkan Royal Mint untuk mendapatkan uang.

Tapi, profesor menegaskan bahwa itu adalah tindakan "perlawanan terhadap sistem".

Sejak awal pertunjukan, etos perampok selalu mengandung unsur revolusi.

Baca juga: 6 Pertanyaan yang Perlu Mendapat Jawaban dari Money Heist Season 5

Ada pula kualitas nasional untuk warna merah. Salah satu aspek yang paling menarik dari Money Heist adalah identitas Spanyolnya yang kuat.

Ini menjadi alasan mengapa serial ini sangat menarik bagi pemirsa internasional.

Halaman:
Sumber ScreenRant
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kisruh Mogok Kerja Ribuan Dokter di Korea Selatan

Kisruh Mogok Kerja Ribuan Dokter di Korea Selatan

Global
Pengadilan Rusia Akan Dengarkan Kesaksian Ibu Alexei Navalny

Pengadilan Rusia Akan Dengarkan Kesaksian Ibu Alexei Navalny

Global
Jelang 2 Tahun Perang Rusia-Ukraina, G7 Akan Bahas Sanksi Baru untuk Moskwa

Jelang 2 Tahun Perang Rusia-Ukraina, G7 Akan Bahas Sanksi Baru untuk Moskwa

Global
Pilpres AS 2024: Nenek 91 Tahun Menang Gugatan Lawan Trump di Colorado

Pilpres AS 2024: Nenek 91 Tahun Menang Gugatan Lawan Trump di Colorado

Global
Keakraban Putin dan Kim Jong Un, Diberi Mobil Mewah Tanpa Syarat

Keakraban Putin dan Kim Jong Un, Diberi Mobil Mewah Tanpa Syarat

Global
Misteri Pilot Rusia yang Membelot ke Ukraina, Benarkah Tewas di Spanyol?

Misteri Pilot Rusia yang Membelot ke Ukraina, Benarkah Tewas di Spanyol?

Global
Ibunda Navalny pada Putin: Biarkan Saya Melihat Jenazah Anak Saya

Ibunda Navalny pada Putin: Biarkan Saya Melihat Jenazah Anak Saya

Global
Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Global
Rangkuman Hari Ke-727 Serangan Rusia ke Ukraina: Mobil Limosin untuk Kim | Putin Bicara Senjata Nuklir di Luar Angkasa

Rangkuman Hari Ke-727 Serangan Rusia ke Ukraina: Mobil Limosin untuk Kim | Putin Bicara Senjata Nuklir di Luar Angkasa

Global
Sulitnya WNI Dapat Izin Kerja di Malaysia karena Calo...

Sulitnya WNI Dapat Izin Kerja di Malaysia karena Calo...

Global
Pria India Ini Meninggal Saat Jalani Operasi Perbaikan Senyum Jelang Pernikahan

Pria India Ini Meninggal Saat Jalani Operasi Perbaikan Senyum Jelang Pernikahan

Global
Warga Malaysia Ramai-ramai Kerja ke Singapura dan Brunei, Bisa Hasilkan Rp 208 Juta Per Bulan

Warga Malaysia Ramai-ramai Kerja ke Singapura dan Brunei, Bisa Hasilkan Rp 208 Juta Per Bulan

Global
Kronologi Brasil-Israel Bersitegang soal Gaza

Kronologi Brasil-Israel Bersitegang soal Gaza

Global
Kata Hamas soal AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera

Kata Hamas soal AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera

Global
AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza, Tuai Kecaman Sekutu

AS Veto Resolusi DK PBB yang Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza, Tuai Kecaman Sekutu

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com