Sebut Pemilu AS Aman, Direktur Badan Keamanan Siber Malah Dipecat Trump

Kompas.com - 18/11/2020, 09:30 WIB
Dalam foto file 22 Mei 2019 ini, Direktur Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri Christopher Krebs bersaksi di Capitol Hill di Washington. AP/Carolyn KasterDalam foto file 22 Mei 2019 ini, Direktur Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri Christopher Krebs bersaksi di Capitol Hill di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump memecat Direktur Badan Keamanan Siber dan Keamanan Jaringan AS (CISA), Christopher Krebs, karena menyatakan keamanan dan keandalan pemilu AS 2020 terjamin.

Trump memecat Krebs melalui Twitter pada Selasa (17/11/2020) malam waktu setempat dengan mengatakan bahwa jaminan keandalan pemilu AS dari Krebs tidaklah akurat.

Pekan lalu, Krebs mengeluarkan pernyataan bersama dengan sejumlah pejabat federal dan pejabat negara bagian AS bahwa mereka tidak menemukan bukti adanya kecurangan dalam pemilu AS.

Pernyataan bersama tersebut bahkan menyatakan bahwa pemilu AS 2020 adalah pemilu yang paling aman dalam sejarah AS.

Tak lama setelah dipecat Trump, Krebs mempertahankan pernyataannya melalui Twitter bahwa apa yang dia lakukan sudah benar.

Baca juga: Trump Ternyata Pernah Main Film Home Alone, gara-gara Memaksa Ikut Syuting

"Merasa terhormat sudah megabdi. Kami melakukannya dengan benar. Hari ini dipertahankan, besok aman," tulisnya di Twitter.

Sebelum memecat Krebs, Trump sebelumnya telah memecat Menteri Pertahanan AS Mark Espes pada pekan lalu.

CISA sendiri sempat mengeluarkan pernyataan bahwa klaim adanya kecurangan dalam pemilu tidaklah berdasar.

Badan tersebut juga menepis bahwa tidak ada pihak atau individu yang mampu mengubah hasil penghitungan suara tanpa terdeteksi.

Sebelum benar-benar dipecat, Krebs sempat diisukan akan dicopot dari jabatannya oleh Trump karena manuver-manuvernya yang membela keamanan pemilu AS.

Baca juga: Trump Berencana Serang Situs Nuklirnya, Ini Respons Iran

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
komentar
Close Ads X