Perayaan Hari Orang Mati di Meksiko Lesu akibat Wabah Corona

Kompas.com - 30/10/2020, 12:07 WIB
Pekerja pemakaman Jorge Arvizu, kiri, membantu seorang anggota keluarga memasang plakat di kuburan Vicente Dominguez yang meninggal karena komplikasi terkait virus corona, di pemakaman kota Valle de Chalco, di pinggiran Mexico City, Selasa, 20 Oktober 2020. Keluarga Meksiko secara tradisional berduyun-duyun ke pemakaman lokal untuk menghormati kerabat mereka yang telah meninggal sebagai bagian dari perayaan Dia de los Muertos, atau Hari Orang Mati, tetapi menurut pihak berwenang, pemakaman tersebut akan ditutup tahun ini untuk membantu mengekang penyebaran COVID-19. AP/Marco UgartePekerja pemakaman Jorge Arvizu, kiri, membantu seorang anggota keluarga memasang plakat di kuburan Vicente Dominguez yang meninggal karena komplikasi terkait virus corona, di pemakaman kota Valle de Chalco, di pinggiran Mexico City, Selasa, 20 Oktober 2020. Keluarga Meksiko secara tradisional berduyun-duyun ke pemakaman lokal untuk menghormati kerabat mereka yang telah meninggal sebagai bagian dari perayaan Dia de los Muertos, atau Hari Orang Mati, tetapi menurut pihak berwenang, pemakaman tersebut akan ditutup tahun ini untuk membantu mengekang penyebaran COVID-19.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Perayaan Hari Orang Mati atau ' Dia de los Muertos' yang biasanya meriah di Meksiko, pada akhir pekan ini tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelum pandemi virus corona melanda.

Dengan lebih dari 90.000 orang meninggal akibat virus Covid-19, perayaan tahunan itu akan berlangsung muram dan penuh kedukaan.

Banyak dari pasien Covid-19 yang tewas dikremasi daripada dikubur. Pihak berwenang juga menutup pemakaman untuk mencegah perayaan tradisional yang akan berlangsung pada 1-2 November mendatang saat para peziarah membersihkan dan menghias makam keluarga mereka yang telah berpulang.

Biasanya, perayaan hari orang mati akan begitu meriah dengan orang-orang menghiasi makam anggota keluarga mereka dengan bunga marigold oranye, lilin yang menyala dan 'berbicara' dengan anggota keluarga mereka yang telah mati.

Tak hanya itu, orang-orang Meksiko juga akan minum segelas minuman favorit anggota keluarga yang telah meninggal.

Baca juga: Meksiko Pecahkan Rekor, Jumlah Tenaga Kesehatan Gugur Terbanyak di Dunia

“Banyak orang datang untuk memperbaiki kuburan (kerabat) mereka sebelum Hari Orang Mati,” kata Jose Juan Rivera Almazan, manajer pemakaman.

Kuburan baru akan cepat terisi. "Kami tidak tahu apakah karena penyakit (Covid-19)," ujar Almazan meski jelas ada pemakaman baru bagi korban Covid-19 yang mudah dikenali karena peti mati mereka dibungkus plastik.

Pada perayaan Hari Orang Mati sebelumnya menurut Almazan, pemakaman akan penuh dengan orang-orang lalu lalang, pengunjung dan kios-kios penjual bunga.

Namun tahun ini, pemakaman akan sepi.

Melansir Associated Press (AP), Kamis (29/10/2020) Sekretaris Budaya kota Meksiko Jose Alfonso Suarez del Real, tahun ini Hari Orang Mati harus dirayakan secara virtual.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X