Meksiko Pecahkan Rekor, Jumlah Tenaga Kesehatan Gugur Terbanyak di Dunia

Kompas.com - 04/09/2020, 10:51 WIB
Seorang tenaga kesehatan memakai alat pelindung diri sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Kementerian Kesehatan menyebut anggaran untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 mencapai Rp1,9 triliun baik di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan institusi kesehatan pusat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISeorang tenaga kesehatan memakai alat pelindung diri sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). Kementerian Kesehatan menyebut anggaran untuk insentif tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 mencapai Rp1,9 triliun baik di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan institusi kesehatan pusat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

MEXICO CITY, KOMPAS.com – Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 di Meksiko menjadi yang terbanyak di seluruh dunia.

Pernyataan itu diumumkan Amnesty International pada Kamis (3/9/2020) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Setidaknya, 7.000 tenaga kesehatan di seluruh dunia telah meninggal setelah terinfeksi virus corona. 1.320 kematian di antaranya berasal dari Meksiko.

Negara lain dengan angka kematian tenaga kesehatan yang tinggi termasuk Amerika Serikat ( AS) dengan 1.077 kematian, Brasil dengan 634 kematian, dan India dengan 573 kematian.

Baca juga: Seniman Tato Meksiko Tawarkan Tato Gratis Bertuliskan Penyintas Covid-19

“Berbulan-bulan setelah pandemi, tenaga kesehatan masih banyak yang gugur dengan angka yang mengerikan di negara-negara seperti Meksiko, Brasil, dan AS,” kata Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International, Steve Cockburn.

Dia menambahkan kerja sama global sangat diperlukan untuk memastikan seluruh tenaga kesehatan diberikan alat pelindung diri ( APD) yang memadai.

“Sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri,” sambung Cockburn.

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dan angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia dipuncaki oleh AS, Brasil, dan India.

Baca juga: 53 Lansia Usia 100 Tahun Lebih Di Meksiko Berhasil Lawan Covid-19

Analisis Reuters terhadap data pemerintah Meksiko pada Agustus menemukan bahwa risiko kematian petugas kesehatan di Meksiko empat kali lebih tinggi daripada di AS dan delapan kali lebih berisiko daripada di Brasil.

Meksiko telah mencatat lebih dari 610.000 kasus virus corona dengan hampir 66.000 kematian.

Pemerintah Meksiko awal pekan ini mengatakan 102.494 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona dan jumlah kematian meningkat menjadi 1.378.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X