Trump Klaim jika Bukan karena Dia, AS Sudah Perang dengan Korea Utara

Kompas.com - 22/08/2020, 21:59 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan singkat di garis demarkasi militer, zona demiliterisasi di desa Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019). AFP / BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan singkat di garis demarkasi militer, zona demiliterisasi di desa Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengklaim, jika bukan karena kepemimpinannya, saat ini mereka sudah terlibat perang dengan Korea Utara.

Presiden dari Partai Republik itu menyampaikannya sembari menyebut hubungannya dengan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong Un.

"Kita bisa saja perang jika dipegang Hillary Clinton. Kita bisa saja perang jika dipegang oleh Barack Obama," ucap Presiden Trump.

Baca juga: Korea Utara Diyakini Simpan 60 Bom Nuklir

Pemimpin ke-45 AS itu merujuk kepada mantan Presiden Barack Obama, dan eks menteri luar negeri sekaligus rivalnya di Pilpres AS 2016, Hillary Clinton.

Pernyataannya merespons tudingan yang dilayangkan Partai Demokrat, bahwa dia memilih berkawan dengan "para pencuri" seperti Korea Utara.

Dilansir Yonhap Jumat (21/8/2020), Trump dan Kim Jong Un sudah tiga kali bertemu, yakni di Juni 2018 serta Februari tahun lalu.

Upaya denuklirisasi Semenanjung Korea langsung terhenti buntut kolapsnya perundingan dua negara di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019.

Kolapsnya perundingan ditengarai oleh beda persepsi antara AS dengan Pyongyang mengenai denuklirisasi yang dibutuhkan untuk mencabut sanksi.

Presiden yang juga taipan real estate tersebut menyatakan, jika bukan karena dirinya, maka Washington bisa terlibat konflik lebih besar dengan Korut.

Baca juga: Korea Utara Dituduh Kembangkan Nuklir Mini untuk Rudalnya

Dia menuturkan ketika pertama kali bertemu Kim Jong Un, Obama menyatakan bahwa keputusan itu merupakan masalah terbesar AS.

Halaman:

Sumber Yonhap
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X