Kim Jong Un: Karena Senjata Nuklir, Korea Utara Aman dari Perang

Kompas.com - 28/07/2020, 13:18 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengadakan rapat darurat bersama politbiro pada Sabtu (25/7/2020), ketika ada dugaan kasus virus corona muncul di Korut. KCNA via REUTERSPemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un mengadakan rapat darurat bersama politbiro pada Sabtu (25/7/2020), ketika ada dugaan kasus virus corona muncul di Korut.

PYONYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan, berkat senjata nuklir yang dipunyai negaranya, mereka bebas dari ancaman perang.

Pernyataan itu diucapkan sang pemimpin tertinggi dalam konfeerensi nasional veteran untuk memperingati 67 tahun gencatan senjata Perang Korea.

Perang Korea yang dimulai pada 1950 berakhir dengan gencatan senjata pada 27 Juli 1953, membuat Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam konflik.

Baca juga: Dapat Hadiah Pistol, Para Jenderal Korea Utara Berfoto Bersama Kim Jong Un

Di Utara, mereka menyebut konflik itu sebagai Perang Pembebasan Tanah Air, dan merayakan hari penghentian tembak menembak sebagai Hari Kemenangan.

"Berkat pertahanan kita yang efektif dan efektif, tak ada lagi perang di tanah ini. Keamanan nasional kita terjamin," jelas Kim Jong Un dikutip KCNA.

Dilansir Yonhap Senin (28/7/2020), Kim menekankan mereka harus terus berbenah untuk menjamin baik pemerintahan hingga rakyat Korut.

"Karena itu, kami tidak akan pernah berhenti untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional hingga tak bisa disamai siapa pun," jelasnya.

Pemimpin generasi ketiga dari Keluarga Kim itu mengatakan, tekanan yang dilakukan lawan semakin meningkat setelah perang berakhir.

Kim yang berkuasa sejak 2011 itu menjelaskan karena tekanan itulah, maka dia memutuskan fokus kepada senjata nuklir, yang dalam klaimnya membantu Korut dari ancaman.

Baca juga: Kim Jong Un Bagi-bagi Pistol ke Perwira Militer Saat Peringati 67 Tahun Gencatan Senjata Korut-Korsel

Dia menyatakan kini, Korea Utara menjadi negara yang mempunyai pertahanan kuat. Mampu melindungi secara mandiri dari segala tekanan dan ancaman negara lain.

Halaman:

Sumber Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Menhan AS Pilihan Biden Makin Mulus Jalannya

Calon Menhan AS Pilihan Biden Makin Mulus Jalannya

Global
Biden Undang Taiwan dalam Pelantikannya, Apa Artinya?

Biden Undang Taiwan dalam Pelantikannya, Apa Artinya?

Global
Biden akan Perpanjang Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir AS-Rusia

Biden akan Perpanjang Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir AS-Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Pesan Terakhir Ketua DPR AS kepada Trump | 17 Perintah Eksekutif Joe Biden

[POPULER GLOBAL] Pesan Terakhir Ketua DPR AS kepada Trump | 17 Perintah Eksekutif Joe Biden

Global
[Kisah Misteri] Kasus Pembantaian Massal di Kapal Ikan Investor 1982 di Alaska, Siapa Pembunuhnya dan Mengapa?

[Kisah Misteri] Kasus Pembantaian Massal di Kapal Ikan Investor 1982 di Alaska, Siapa Pembunuhnya dan Mengapa?

Global
Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Global
Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Global
Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Global
Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Global
Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Global
WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
komentar
Close Ads X