Ledakan di Beirut, Lebanon, Korban Tewas Bertambah Jadi 135 Orang

Kompas.com - 06/08/2020, 06:37 WIB
Suasana sesaat setelah terjadinya ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut. AFP/JOSEPH EIDSuasana sesaat setelah terjadinya ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut.

BEIRUT, KOMPAS.com - Korban tewas karena ledakan yang terjadi di ibu kota Lebanon, Beirut, bertambah menjadi 135 orang dengan 5.000 lainnya terluka.

Kenaikan itu disampaikan langsung Menteri Kesehatan Hamad Hassan, di tengah upaya tim penyelamat terus mencari korban yang tertimbun reruntuhan gedung.

Lebih dari 300.000 orang kehilangan rumah mereka, dengan keluarga terus melakukan pencarian terhadap kerabat mereka yang kemungkinan meninggal.

Baca juga: Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Pemerintah Lebanon pun mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut, dengan kontrol keamanan dilakukan oleh militer.

Presiden Michel Aoun menyatakan, ledakan itu disebabkan 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang bisa dipakai sebagai pupuk dan peledak.

Kepala Pelabuhan Beirut, Hassan Koraytem, material berdaya ledak tinggi itu disimpan di gudang selama enam tahun terakhir karena perintah pengadilan.

Dilaporkan, departemen bea cukai dan keamanan sempat meminta otoritas agar material itu diekspor atau dipindahkan, namun tak digubris.

Dilansir Sky News Rabu (5/8/2020), pemerintah Inggris mengirim grup berisi personel militer untuk membantu Lebanon dalam memulihkan keadaan.

Pengerahan kelompok awal ini akan membantu London memetakan bantuan apa saja yang bisa diberikan kepada pemerintahan Perdana Menteri Hassan Diab.

Baca juga: Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Inggris disebut sudah menyiapkan tim berisi pakar penyelamatan, anjing pelacak, hingga tim medis dan bisa dikerahkan setiap saat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raih Kemenangan Krusial di Pemilu Sabah, Muhyiddin Perkuat Posisinya Sebagai PM

Raih Kemenangan Krusial di Pemilu Sabah, Muhyiddin Perkuat Posisinya Sebagai PM

Global
Korsel Cari Mayat Pejabat Mereka yang Dibunuh dan Dibakar, Begini Peringatan Korea Utara

Korsel Cari Mayat Pejabat Mereka yang Dibunuh dan Dibakar, Begini Peringatan Korea Utara

Global
Jari Remaja Pencuri di Iran Akan Dipotong, Asosiasi Medis Dunia Mengecam

Jari Remaja Pencuri di Iran Akan Dipotong, Asosiasi Medis Dunia Mengecam

Global
Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Mesir El Sisi, 1 Orang Tewas

Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Mesir El Sisi, 1 Orang Tewas

Global
Gadis Ini Benar-benar Menangis Darah, Dokter Kesulitan Temukan Penyebabnya

Gadis Ini Benar-benar Menangis Darah, Dokter Kesulitan Temukan Penyebabnya

Global
Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO

Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO

Global
Bandara Finlandia Pakai Anjing Pelacak Covid-19, Akurat Hampir 100 Persen

Bandara Finlandia Pakai Anjing Pelacak Covid-19, Akurat Hampir 100 Persen

Global
Dari Flu Spanyol sampai Covid-19, Bagaimana Cara 8 Restoran Tertua di New York Ini Bertahan?

Dari Flu Spanyol sampai Covid-19, Bagaimana Cara 8 Restoran Tertua di New York Ini Bertahan?

Global
Video Viral Kata-kata Terakhir Suami buat Istri saat Terjebak 10 Jam di Reruntuhan

Video Viral Kata-kata Terakhir Suami buat Istri saat Terjebak 10 Jam di Reruntuhan

Global
Cara PM Israel Manfaatkan Jabatan: Cuci Pakaian Gratis Ketika Kunjungan Kenegaraan

Cara PM Israel Manfaatkan Jabatan: Cuci Pakaian Gratis Ketika Kunjungan Kenegaraan

Global
[UNIK GLOBAL] Pencuri Ketiduran di Rumah Korban | Kondom Bekas Dicuci dan Dijual Lagi

[UNIK GLOBAL] Pencuri Ketiduran di Rumah Korban | Kondom Bekas Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Iran Murka, Sebut AS 'Biadab' atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Global
Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
komentar
Close Ads X