Hari Ini Peringatan 75 Tahun Pengeboman Atom Hiroshima dan Nagasaki

Kompas.com - 06/08/2020, 07:00 WIB
Foto handout ini diambil pada 6 Agustus 1945 oleh Angkatan Darat AS dan dirilis oleh Hiroshima Peace Memorial Museum, menunjukkan asap berbentuk jamur dari ledakan bom atom yang dijatuhkan dari B-29 Enola Gay di atas Kota Hiroshima. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya. AFP PHOTO/HIROSHIMA PEACE MEMORIFoto handout ini diambil pada 6 Agustus 1945 oleh Angkatan Darat AS dan dirilis oleh Hiroshima Peace Memorial Museum, menunjukkan asap berbentuk jamur dari ledakan bom atom yang dijatuhkan dari B-29 Enola Gay di atas Kota Hiroshima. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya.

TOKYO, KOMPAS.com - Pekan ini, menandai peringatan 75 tahun pengeboman atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Sebuah serangan nuklir pertama di dunia yang melenyapkan ratusan ribu orang.

Ketika jumlah korban selamat semakin berkurang, kedua kota di Jepang itu tetap teguh berupaya menjaga "kehidupan" yang tersisa.

Serangan bom atom di Kota Hiroshima jatuh pada 6 Agustus 1945, menyusul tiga hari kemudian sebuah serangan serupa di kota Nagasaki.

Baca juga: Ledakan di Beirut Lebanon Disebut Mirip Peristiwa Bom Hiroshima

Saat itu, Kota Hiroshima memiliki populasi penduduk sebanyak 350.000 orang dan Nagasaki sebanyak 240.000 orang. Akibat serangan bom atom, korban tewas di Hiroshima mencapai 140.000 dan 70.000 di Nagasaki.

Bom atom menargetkan dua kota yang dikenal sebagai situs militer Jepang, menghancurkan sembilan dari 10 bangunan di Hiroshima dan lebih dari sepertiga bangunan di Nagasaki.

Melansir Asian Nikkei, Jepang sendiri merupakan satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan nuklir. Para korban selamat dikenal dengan nama hibakusha kebanyakan mengalami masalah kesehatan akibat radiasi nuklir.

Baca juga: Kisah Mengharukan Penyintas Bom Hiroshima-Nagasaki, Berharap Tak Ada Lagi Senjata Nuklir

Radiasi itu menyebabkan penyakit seperti leukemia dan kanker jenis lainnya. Jumlah hibakusha yang mengalami masalah kesehatan pada Maret lalu sekitar 136.682 penyintas, turun 60 persen dari angka sebelumnya, 372.264 orang pada tahun fiskal 1980, menurut Departemen Kesehatan, Buruh, dan Kesejahteraan.

Saat ini, usia rata-rata hibakusha adalah 83 tahun. Seiring bertambahnya usia mereka, organisasi yang selama ini mendukung mereka secara berangsur-angsur dibubarkan.

Prefektur Hiroshima memiliki 62.000 hibakusha, sedangkan Prefektur Nagasaki memiliki 36.000. Keduanya jika digabungkan sebanyak 70 persen dari total yang ada.

Baca juga: Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Disiapkan Selama 6 Tahun, Ini Prosesnya

 

Adapun sebanyak 4.700 hibakusha lainnya tinggal di Tokyo dan 4.500 lainnya di Prefektur Osaka.

Para hibakusha juga menerima subsidi negara yang mencakup perawatan kesehatan, pengobatan, dan pemakaman.

Pada 2019, pemerintah pusat Jepang telah menyisihkan sekitar 125,3 miliar yen Jepang (setara dengan Rp 17 triliun) sebagai dukungan kepada hibakusha.

Sebagian dari biaya tersebut juga diberikan secara bulanan kepada mereka yang menderita penyakit akibat paparan radiasi bom atom.

Baca juga: Fakta Ledakan Lebanon, dari Tewaskan 78 Orang hingga Disebut Mirip Bom Hiroshima


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Global
Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Global
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Global
[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Global
Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Global
Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X