Hujan Lebat di Jepang, 1,2 Juta Orang Diminta Evakuasi Mandiri

Kompas.com - 07/07/2020, 13:46 WIB
Seorang pria berjalan di jalanan yang terendam lumpur usai banjir besar di Desa Kuma, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Minggu (5/7/2020). Hujan deras di Kumamoto memicu banjir besar dan tanah longsor, yang membuat puluhan orang terjebak di rumah dan bangunan-bangunan lainnya. KYODO NEWS/KOJI HARADA via APSeorang pria berjalan di jalanan yang terendam lumpur usai banjir besar di Desa Kuma, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Minggu (5/7/2020). Hujan deras di Kumamoto memicu banjir besar dan tanah longsor, yang membuat puluhan orang terjebak di rumah dan bangunan-bangunan lainnya.

TOKYO, KOMPAS.com - Hampir 1,2 juta orang diminta untuk meningalkan rumah mereka dan melakukan evakuasi mandiri.

Hal itu menyusul terjadinya hujan lebat yang menerjang wilayah selatan Kyushu, Jepang beberapa hari terakhir.

Otoritas lokal menyebutkan 50 orang tewas akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebagaimana dilansir dari Deutsche Welle, Selasa (7/7/2020).

Menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang, 49 orang tewas tersebut berasal dari sebuah kota tepi sungai di Kumamoto

Sedangkan satu korban tewas berasal dari daerah Fukuoka. Di samping korban tewas, puluhan orang lain dilaporkan menghilang.

Baca juga: Tanah Longsor dan Banjir Besar Terjang Jepang, Tewaskan Sekitar 18 Orang

Pulau Kyushu tengah menghadapi hujan lebat beberapa hari terakhir.

Menyusul kondisi tersebut, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan darurat untuk Prefektur Saga, Nagasaki, dan Fukuoka.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan hujan lebat diperkirakan akan berlangsung hingga 9 Juli.

Hujan juga diperkirakan akan meluas dari bagian barat ke wilayah timur Jepang sebagaimana dilansir dari The Telegram.

Daerah Kumamoto merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak banjir dan tanah longsor.

Hal itu menyebabkan operasi pencarian dan penyelamatan menjadi sulit. Polisi, tentara, dan penjaga pantai dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Baca juga: Banjir sampai Lantai 2, 14 Orang di Panti Jompo Jepang Diperkirakan Tewas


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Global
Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Global
Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Global
Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
komentar
Close Ads X