Viral Video Mayat Melambaikan Tangan, Media Asing Sebut Kejadian di Manado

Kompas.com - 16/05/2020, 18:56 WIB
Potongan video yang menunjukkan mayat melambaikan tangan dari dalam peti mati saat dimakamkan. Peristiwa ini diduga terjadi di Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (5/5/2020). YouTube RAFAEL OFFICIALPotongan video yang menunjukkan mayat melambaikan tangan dari dalam peti mati saat dimakamkan. Peristiwa ini diduga terjadi di Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (5/5/2020).

KOMPAS.com - Sebuah video yang viral menunjukkan mayat terlihat melambaikan tangan saat dimakamkan. Media asing menyebut kejadian itu di Manado, Sulawesi Utara.

Mirror pada Kamis (14/5/2020) memberitakan, video mayat melambaikan tangan ini direkam di Indonesia, tepatnya di Manado pada Selasa (5/5/2020).

Meski begitu, hingga berita ini dirilis belum bisa dipastikan di mana peristiwa ini terjadi dan kapan, serta apakah mayatnya benar-benar melambaikan tangan.

Baca juga: Viral Foto Bangku Bioskop di Malaysia Berjamur karena Lockdown

Kejadian mayat melambaikan tangan ini bermula ketika seorang imam membacakan doa saat pemakaman.

Seseorang kemudian merekam peti mati berwarna putih yang berisi jenazah itu dimasukkan ke liang lahad.

Lalu saat kamera memperbesar fokus ke kaca bening di peti mati itu, terlihat ada tangan dan jari yang bergerak seperti gerakan melambai.

Baca juga: Viral Video Wanita Masturbasi di IKEA China, Publik Langsung Geger


"Rekaman mengejutkan ini terjadi di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia, pada 5 Mei," tulis Mirror di pemberitaannya.

Selama pemakaman imam terdengar berkata, "Tuhan telah berfirman dalam kitab Yohanes. Aku adalah kebangkitan dan kehidupan. Siapa pun yang percaya kepadaKu, ia akan hidup meskipun sudah mati," demikian yang diwartakan sesama media Inggris, Daily Mail.

Beberapa detik setelah kalimat itu diucapkan, terlihat tangan yang melambai dari dalam peti.

Baca juga: Viral Video Ditodong Tank Saat Buang Sampah, Ternyata Begini Ceritanya

Video itu memicu perdebatan, apakah benar gerakan itu dari dalam peti atau hanya efek kamera.

Seorang warganet berkomentar, "Ya, dia melambaikan tangan, mungkin dia masih hidup dan mencoba keluar."

Namun ada pula yang menganggap bahwan "mungkin itu tikus", sebagaimana yang ditulis Toink Khan.

Di samping klaim-klaim itu, ada pula teori bahwa kemungkinan mayat itu bergerak karena faktor dekomposisi (pembusukan).

Baca juga: Viral Video Injak Anak Kucing sampai Mati, Polisi Buru Pelaku 3 Perempuan

Dikabarkan tahun lalu ada penelitian yang mengungkapkan, mayat-mayat "terlihat bergerak" saat membusuk.

Penelitian itu dilakukan oleh Australian Facility for Taphonomic Experimental Research (AFTER). Rekaman dibuat secara time-lapse untuk mempelajari bagaimana mayat bergerak.

Alyson Wilson peneliti yang terlibat dalam proyek itu berkata kepada ABC News, "Apa yang kami temukan adalah lengan-lengan itu bergerak."

Kemudian Dr Xanthe Mallet yang mengawasi penelitian ini mengatakan, "Saya pikir orang akan terkejut betapa banyak gerakan yang ada, karena saya terkesima melihatnya, terutama seberapa banyak lengan bergerak, Sangat mencengangkan."

Baca juga: Viral Video Jenazah ABK asal Indonesia di Kapal China Dilarung ke Laut

Para peneliti percaya bahwa gerakan ini disebabkan oleh penumpukan gas dalam tubuh pada tahap awal hingga pertengahan pembusukan.

Ini berarti mengamati gerakan mayat dapat membantu menentukan waktu kematian, ujar para peneliti itu.

Wilson menambahkan, "Penelitian ini sangat penting untuk membantu penegakan hukum dalam menyelesaikan kejahatan dan membantu penyelidikan bencana."

Baca juga: Bayi Ini Cemberut Saat Dilahirkan, Ternyata Begini Ceritanya


Sumber Mirror
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 'Pemulung' 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Bocah "Pemulung" 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Global
Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Pilpres AS 2020: Siapa Capres Idaman China, Iran, dan Rusia?

Global
Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Kisah Pulau Paling Terpencil di Dunia, Tak Terjamah Virus Corona dan Bisa Dengar Suara Rumput

Global
Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online 'Tantangan Horor'

Seorang Anak 11 Tahun Bunuh Diri Diduga karena Game Online "Tantangan Horor"

Global
Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Kisah Misteri: Peter Stumpp, Manusia Serigala dari Bedburg

Global
Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Global
Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

Global
Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Format Debat Capres AS Akan Diganti, Ini Tanggapan Timses Trump dan Biden

Global
Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Debat Pertama Pilpres AS Kacau, Formatnya Akan Diganti

Global
Biden Sebut 'Insya Allah' Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Biden Sebut "Insya Allah" Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Global
Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Global
Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Global
Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Seorang Wanita Muslim Hamil Diinjak dan Ditinju di Kafe oleh Seorang Pria Islamofobia

Global
Pengakuan 'Twitter Killer', Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Pengakuan "Twitter Killer", Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Global
Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Dubes RI Hajriyanto: Krisis Mengubah Budaya Politik di Lebanon

Global
komentar
Close Ads X