Trump Pecat Inspektur Jenderal AS yang Menyelidiki Menlu Mike Pompeo

Kompas.com - 16/05/2020, 13:03 WIB
foto diambil pada 1 Oktober 2019 WASHINGTON, DC. Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri AS Steve Linick meninggalkan Capitol AS 2 Oktober 2019 di Washington, DC. 
AFP/WIN MCNAMEEfoto diambil pada 1 Oktober 2019 WASHINGTON, DC. Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri AS Steve Linick meninggalkan Capitol AS 2 Oktober 2019 di Washington, DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pengawas pemerintah yang sedang menyelidiki Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dipecat oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kabar itu dilaporkan oleh seorang anggota parlemen Demokrat yang menuduh Trump melakukan tindakan yang berpotensi ilegal.

Dilansir media Perancis AFP, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi adanya pemberhentian tugas Inspektur Jenderal Steve Linick pada Jumat malam tanpa memberikan alasan mengapa dia dipecat.

Baca juga: Dengan atau Tanpa Vaksin Virus Corona, Trump Bakal Buka AS

Eliot Engel, yang mengepalai Dewan Komite Urusan Luar Negeri, mengatakan dia mengetahui bahwa Linick telah melakukan penyelidikan terhadap Pompeo.

"Pemecatan terhadap Linick di tengah penyelidikan semacam itu sangat menunjukkan bahwa ini adalah tindakan pembalasan yang melanggar hukum," kata anggota kongres itu dalam sebuah pernyataan.

Seorang asisten kongres Demokrat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa Linick sedang menyelidiki adanya keluhan bahwa Pompeo telah menyalahgunakan seorang pejabat politik untuk melakukan tugas-tugas pribadi untuk dirinya dan istrinya.

Baca juga: Trump Tak Mood Berbicara dengan Presiden China Xi Jinping

Diplomat terkemuka Washington itu telah membuat orang curiga karena sering bepergian keliling dunia dengan pesawat dinas bersama istrinya Susan Pompeo, yang tidak memiliki peran resmi.

Juru bicara Nancy Pelosi mengatakan Linick "dihukum karena melakukan tugasnya dengan terhormat untuk melindungi Konstitusi dan keamanan nasional kita."

"Presiden harus menghentikan pola pembalasannya terhadap para pelayan publik yang bekerja untuk menjaga keamanan warga Amerika, khususnya selama masa darurat global ini," kata Pelosi.

Baca juga: Trump Sebut Virus Corona sebagai Wabah dari China

Linick, seorang jaksa penuntut yang telah bekerja lama, ditunjuk pada 2013 oleh Barack Obama untuk mengawasi 70 miliar dolar AS dari diplomasi raksasa AS.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan inspektur jenderal yang baru (pengganti Linick) adalah Stephen Akard, mantan asisten Wakil Presiden Mike Pence dari negara bagian asalnya, Indiana.

Akard sejak tahun lalu telah menjabat sebagai kepala Kantor Misi Luar Negeri Departemen Luar Negeri, yang menangani hubungan dengan para diplomat di Amerika Serikat.

Baca juga: Papan Iklan di New York Bertuliskan Jam Kematian Trump

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Global
Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Global
Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Global
Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Global
Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Global
Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Global
komentar
Close Ads X