Media Asing Sorot Penolakan Alumnus UII Terhadap Tuduhan Pelecehan Seksual

Kompas.com - 10/05/2020, 11:07 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.

CANBERRA, KOMPAS.com -  Tuduhan pelecehan dan kekerasan seksual dilaporkan 30 perempuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta berkaitan dengan sosok alumnus UII berinisial IM.

Kabar itu disorot oleh media asing ABC Australia pada Sabtu (9/5/2020).

IM dalam pernyataannya, menolak atas semua tuduhan yang diberikan kepadanya. Kepada ABC, IM mengatakan kalau dia menolak semua tuduhan yang diajukan.

Ketika IM ditanya bagaimana pernyataan dari UII terkait kasus yang menimpanya, IM mengatakan kalau dia akan bekerja sama dengan tim pencari fakta di universitas.

Dia juga berkata, "Saya menghormati (bahwa universitas mengeluarkan pernyataan) dan itu hak prerogatif mereka.

Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Alumnus UII Disorot Media Asing

Tetapi sampai sekarang saya masih dituduh, saya bingung kenapa saya diminta untuk mengajukan maaf."

IM juga telah mengunggah sebuah pernyataan tertulis di akun Instagramnya terkait tuduhan kekerasan seksual yang dia terima.

Dia bahkan mengatakan kalau dirinya diserang dan dijadikan target pembunuhan karakter.

Dalam wawancaranya bersama ABC, IM mengatakan kalau tuduhan kekerasan seksual yang menimpa dirinya telah merusak reputasinya.

Dia juga mengatakan kalau seluruh jadwalnya sebagai pembicara untuk kegiatan keagamaan selama bulan puasa Ramadhan dibatalkan.

"Itu karena (artikel berita) mengatakan saya melakukan kekerasan seksual, bukan dituduh melakukan kekerasan seksual. Seakan-akan sudah dibuktikan secara hukum," keluh IM.

Baca juga: LBH Yogyakarta Terima 30 Pengaduan Dugaan Kekerasan Seksual Alumnus UII

"Saya tidak ingat dan tidak pernah melakukannya," ujar IM ketika ditanya tentang tuduhan bahwa dia pernah melakukan kekerasan seksual kepada beberapa perempuan melalui telepon dan pesan teks.

Ketika dia masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta, beberapa perempuan mengajukan keluhan kepada LBH dan menuduh IM telah mencoba memeluk mereka dari belakang dan menyentuh mereka di rumah kosnya, ketika dia menawarkan untuk menjual beberapa buku kuliah.

"Well, Itu butuh bukti terlebih dahulu," demikian respons IM, "Saya tidak tahu kasusnya seperti apa."

IM kemudian menegaskan kalau dia masih merasa tidak bersalah. Orang-orang yang menuduhnya dianggapnya tidak punya bukti yang jelas dan dia pribadi tidak memberi kesempatan untuk mengklarifikasi apa pun.

Halaman:

Sumber ABC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X