Pekerja Migran di India Disemprot Disinfektan, Netizen: Kalian Ingin Bunuh Corona atau Manusia?

Kompas.com - 31/03/2020, 16:00 WIB
Pekerja migran memadati terminal bus untuk kembali ke kampung halaman mereka saat diberlakukan lockdown 21 hari secara nasional untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19), di Ghaziabad, pinggiran New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ANUSHREE FADNAVISPekerja migran memadati terminal bus untuk kembali ke kampung halaman mereka saat diberlakukan lockdown 21 hari secara nasional untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19), di Ghaziabad, pinggiran New Delhi, India, Sabtu (28/3/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Netizen mengungkapkan kemarahan setelah sekelompok pekerja migran di India disemprot disinfektan di tengah wabah virus corona.

Berdasarkan video di media sosial, mereka yang disemprot diyakini hendak menuju Bareilly, kota yang berlokasi di Negara Bagian Uttar Pradesh.

Para pekerja migran itu termasuk dalam jutaan masyarakat yang memilih mudik, setelah India menerapkan lockdown selama tiga pekan.

Baca juga: Virus Corona, Warga Desa di India Terpaksa Isolasi Diri di Atas Pohon

Keputusan warga yang memilih mudik menimbulkan kekhawatiran. Sebab, mereka bisa menyebarkan virus corona sesampainya di kampung halaman.

Dalam video yang diunggah jurnalis Times of India, Kanwardeep Singh, di Twitter, nampak sekelompok orang dikumpulkan di satu sudut jalan.

Dilansir BBC Selasa (31/3/2020), orang-orang berpakaian hazmat menyemprotkan apa yang disebut Singh sebagai "cairan kimia" ke tubuh pemudik.

"Siapa yang kalian coba bunuh? Corona atau manusia? Pekerja migran dan keluarganya dipaksa bermandikan cairan kimia saat hendak masuk ke Bareilly," kata Singh.

Dalam versi lengkap video itu, ada petugas yang berteriak melalui megafon, memerintahkan agar kelompok tersebut menutup mata dan mulut mereka.

"Tutuplah mata anak dan juga Anda sendiri." Demikian teriakan yang diberikan oleh petugas itu dalam video lain yang beredar.

Komisi kehakiman Bareilly menyatakan, video itu kini mereka tengah selidiki, dengan pekerja migran yang terpapar tengah mendapat perawatan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 39 Mayat Warga Vietnam Dalam Kontainer Truk, 26 Orang Ditangkap di Perancis dan Belgia

Kasus 39 Mayat Warga Vietnam Dalam Kontainer Truk, 26 Orang Ditangkap di Perancis dan Belgia

Global
Terduga Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Ditangkap setelah 10 Bulan Dirawat

Terduga Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Ditangkap setelah 10 Bulan Dirawat

Global
Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun, Remaja Ini Dibunuh Ayahnya Secara Brutal

Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun, Remaja Ini Dibunuh Ayahnya Secara Brutal

Global
Pertama Sejak 7 Pekan, Korea Selatan Laporan Lonjakan Kasus Virus Corona

Pertama Sejak 7 Pekan, Korea Selatan Laporan Lonjakan Kasus Virus Corona

Global
Ingin Jadi Spiderman, Kakak Beradik Dirawat Setelah Digigit Laba-laba Black Widow

Ingin Jadi Spiderman, Kakak Beradik Dirawat Setelah Digigit Laba-laba Black Widow

Global
Dipenjara 492 Tahun, Pembunuh Berjuluk The Wolf Ini Tewas karena Virus Corona

Dipenjara 492 Tahun, Pembunuh Berjuluk The Wolf Ini Tewas karena Virus Corona

Global
Polisi Tembakkan Peluru Merica dalam Demonstrasi di Hong Kong

Polisi Tembakkan Peluru Merica dalam Demonstrasi di Hong Kong

Global
PBB: Korea Utara dan Korea Selatan Bersalah dalam Baku Tembak di Zona Demiliterisasi

PBB: Korea Utara dan Korea Selatan Bersalah dalam Baku Tembak di Zona Demiliterisasi

Global
Ibu Ini Lempar Bayinya ke Lantai Hotel Saat Bertengkar dengan Pacar

Ibu Ini Lempar Bayinya ke Lantai Hotel Saat Bertengkar dengan Pacar

Global
Pertama Kalinya, Twitter Beri Twit Trump Peringatan Cek Fakta

Pertama Kalinya, Twitter Beri Twit Trump Peringatan Cek Fakta

Global
Semua Masjid di Arab Saudi Kembali Gelar Shalat Berjemaah mulai 31 Mei kecuali Mekkah

Semua Masjid di Arab Saudi Kembali Gelar Shalat Berjemaah mulai 31 Mei kecuali Mekkah

Global
Jelang Pembahasan RUU Lagu Kebangsaan, Hong Kong Tingkatkan Jumlah Polisi di Jalan

Jelang Pembahasan RUU Lagu Kebangsaan, Hong Kong Tingkatkan Jumlah Polisi di Jalan

Global
Penyanyi Andrea Bocelli Ungkap Pengalamannya Menderita Covid-19

Penyanyi Andrea Bocelli Ungkap Pengalamannya Menderita Covid-19

Global
Siprus akan Deportasi 17 Migran yang Diduga Terafiliasi ISIS dan Al-Qaeda

Siprus akan Deportasi 17 Migran yang Diduga Terafiliasi ISIS dan Al-Qaeda

Global
Trump akan Beri Respons Soal Tensi Hong Kong-China dalam Waktu Dekat

Trump akan Beri Respons Soal Tensi Hong Kong-China dalam Waktu Dekat

Global
komentar
Close Ads X