Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2020, 00:11 WIB

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa virus corona yang tengah merebak saat ini bisa dikategorikan sebagai pandemi global.

Pernyataan itu diumumkan Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (11/3/2020).

Tedros mengumandangkan virus corona sebagai pandemi global setelah jumlah infeksi di seluruh dunia mencapai lebih dari 121.000.

Baca juga: WNI Kelima Positif Corona di Singapura Dipastikan Anggota Keluarga Lain yang Terjangkit

Selain itu, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, terdapat 4.373 korban meninggal, dengan 66.239 lainnya dinyatakan sembuh.

Tedros menyoroti kasus di luar negara asal wabah, China, yang meningkat hingga 13 kali lipat, dengan jumlah negara yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat.

Seperti diberitakan CNBC, dia menuturkan bahwa peningkatan signifikan virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu terjadi dalam waktu dua pekan.

"Dalam beberapa hari atau pekan mendatang, kita akan melihat peningkatan jumlah kasus, kematian, hingga negara terinfeksi yang jauh lebih tinggi," katanya.

Dia mengatakan, sejumlah negara sudah menunjukkan bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk menekan dan mengontrol penyebaran corona.

Baca juga: Di Tengah Virus Corona, BTN Beri Stimulus Khusus untuk Pengembang

Sementara di sisi lain, pejabat asal Eritrea tersebut mengeluhkan negara lain yang tidak bertindak cukup cepat untuk menangkalnya.

"Kami benar-benar khawatir dengan kecepatan penyebaran, tingkat keparahan, dan ketidaksiapan pemerintah dalam menanganinya," jelasnya.

"Kami telah membunyikan bel dengan sangat keras dan jelas," ucap pejabat yang menjadi orang nomor satu di WHO sejak 2017 tersebut.

Tedros menjelaskan, kasus di China dan Korea Selatan mulai mengalami penurunan. Kemudian, 81 negara belum melaporkan adanya kasus positif, dengan 57 negara mengumumkan 10 kasus atau di bawahnya.

Mendeklarasikan virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 ini, menurut pakar kesehatan dunia, bakal memberi konsekuensi politik dan ekonomi.

Baca juga: Update Virus Corona 11 Maret: Menkes Inggris Tertular | Dokter China Dibungkam

Pengumuman tersebut bisa mengguncang pasar dunia yang sudah rapuh sejak SARS-Cov-2 menyebar, dan mengarah pada pembatasan perjalanan maupun perdagangan secara ketat.

Sebelum Tedros mengumumkannya, para pejabat WHO masih belum menyebut virus corona sebagai pandemi global, yang artinya sudah menyebar ke seluruh dunia.

Lawrence Gostin, profesor di O’Neill Institute for National and Global Health Law at Georgetown University berujar, WHO butuh "bukti nyata" dunia tengah di ambang kerapuhan.

Pekan lalu kepada awak media, pejabat 55 tahun itu sempat menyinggung alasannya tidak segera menyebut Covid-19 sebagai wabah dunia.

Dalam pandangannya, kebanyakan kasus infeksi terjadi pada kontak maupun klaster yang sudah dikenal, dan belum ada bukti virus ini bisa menyebar bebas.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Kecuali kami sudah yakin bahwa wabah ini sudah tidak bisa dikendalikan, mengapa sampai harus menyebut ini sebagai pandemi," terangnya.

"Sangat jelas sekarang bahwa corona sudah menjadi pandemi dan WHO berada di belakang kurva tersebut," ujar Gostin yang juga menjabat sebagai direktur fakultas di sana.

Baca juga: Cerita Dokter Ai Fen di Wuhan yang Dibungkam karena Bagikan Informasi soal Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+