Hari Perempuan Internasional: Aksi Jutaan Wanita Mogok Kerja

Kompas.com - 09/03/2020, 15:02 WIB
Demonstran di monumen Angel de la Independencia di Kota Meksiko February 22, 2020. REUTERS/Gustavo Graf REUTERS/Gustavo Graf MaldonadoDemonstran di monumen Angel de la Independencia di Kota Meksiko February 22, 2020. REUTERS/Gustavo Graf

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Jutaan wanita di Meksiko dan Argentina absen dari kantor, sekolah dan kantor pemerintahan pada hari ini, Senin (09/03/2020) sebagai bentuk protes terhadap kekerasan berbasis gender.

Dalam aksi satu hari yang bertajuk 'satu hari tanpa kami (wanita)' ingin memberikan gambaran seperti apa dunia tanpa kehadiran wanita.

Aksi ini di Meksiko dipicu dari lonjakan kasus tentang hilangnya perempuan dan pembunuhan terhadap perempuan.

Pembunuhan berbasis gender di Meksiko melonjak 137 persen di Meksiko dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Statistika pemerintahan menunjukkan adalah kekerasan yang dilakukan geng mendorong tingginya angka kematian nasional. Kebanyakan kasus itu tidak terselesaikan.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional

Pada Minggu kemarin (08/03/2020), para wanita berkumpul di jalan dengan jumlah yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Amerika Latin sebagai bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional.

Mereka menuntut hak aborsi dan aksi dari pimpinan negara untuk menyelesaikan masalah-masalah itu.

Hal yang paling disoroti dalam demonstrasi damai itu adalah kekerasan yang merajalela. Seperti pelemparan bom molotov yang dilemparkan ke Istana Nasional Meksiko setelah pembunuhan anak usia 7 tahun dan pembunuhan serta pengulitan perempuan muda yang menghebohkan Meksiko.

Baca juga: Demonstran Hari Perempuan Internasional di Bishkek Diserang Oknum dan Ditahan Polisi

Dampak dari mogok bersama hari senin sebaliknya adalah ketidakhadiran wanita di dalam bisnis, universitas dan kementerian pemerintahan. Namun, tidak semua perempuan mengikuti aksi ini.

Seorang pekerja kecantikan, Alma Delia Diaz (45) mengatakan bahwa dirinya lelah menjadi korban yang disalahgunakan dan kerap dianiaya. Cukup ya cukup."

Diaz mengatakan dirinya mendukung hak wanita untuk didengar namun secara pribadi tidak berani meninggalkan pekerjaan.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan bahwa karyawan pemerintah diizinkan mengikuti aksi tersebut.

Tapi dia juga menuduh lawan politiknya telah berusaha mengeksploitasi keamanan Meksiko untuk merusak keamanan pemerintahannya.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Selebritas Gaungkan Suara Mereka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PBB Peringatkan Rusia untuk Tidak Menginvasi Ukraina

PBB Peringatkan Rusia untuk Tidak Menginvasi Ukraina

Global
POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

POPULER GLOBAL: Penyanyi Ceko Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid | Media Asing Ramai Beritakan Ghozali Everyday

Global
Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Global
Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Global
Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Global
Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Global
FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

Global
Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Global
Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Global
Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Global
Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Global
Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Global
Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Global
ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

Global
Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.