Kompas.com - 29/09/2022, 16:51 WIB

KOMPAS.com - Seleksi mahasiswa baru masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dirubah aturannya oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim beberapa waktu lalu. 

Perubahan tersebut dilakukan pada seluruh jalur seleksi masuk PTN, yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri. 

Aturan SNMPTN terbaru ialah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mengacu pada rata-rata nilai rapor dan minat dan bakat siswa. Sementara untuk Ujian Mandiri, Kemendikbud meminta untuk PTN transparan untuk kuota penerimaan, metode ujian, dan besaran biaya masuk.

Baca juga: Bank Kaltimtara Syariah Buka Lowongan Kerja Minimal Lulusan D3

Selain itu, tes potensi akademik (TPA) pada SBMPTN dihapus dan diganti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) hanya menyisakan tes potensi skolastik (TPS) saja. 

Adanya perubahan pada skema seleksi ini dianggap sebagai sebuah transformasi positif di dunia pendidikan. 

Aturan yang akan berlaku ini dianggap inklusif, holistik, dan transparan bagi seluruh kalangan. Kebijakan ini juga dianggap mampu mendorong pembelajaran menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih transparan, lebih inklusif, dan mengakomodasi keragaman peserta didik, serta lebih terintegrasi. 

Mempersiapkan siswa untuk belajar secara menyeluruh

Pada seleksi berdasarkan jalur prestasi (SNMPTN), nantinya akan menggunakan perhitungan minimal 50 persen nilai rapor seluruh mata pelajaran dan maksimal 50 persen komponen penggali minat bakat, sehingga siswa kini lebih terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran. Siswa tidak lagi dihadapkan hanya pada beberapa mata pelajaran tertentu saja. 

Baca juga: BPJS Kesehatan Buka 22 Lowongan Kerja Lulusan S1-S2, Ini Syaratnya

Berangkat dari hal tersebut, siswa diharapkan dapat memberikan perhatian dan fokus yang sama pada seluruh mata pelajaran. Terlepas dari itu, kini siswa juga dituntut untuk tidak mengabaikan nilai-nilai mata pelajaran yang lain. 

Justru, kesempatan ini dapat digunakan bagi siswa untuk mempelajari bidang-bidang sesuai passion yang selama ini tidak menjadi mata pelajaran utama, termasuk mata pelajaran yang berkaitan dengan kesenian, olahraga, dan lain-lain. 

Mempersiapkan siswa mengasah kemampuan bernalar yang baik

Pelaksanaan SBMPTN ke depan juga akan berfokus pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah (tes skolastik), yang terdiri dari potensi kognitif, penalaran matematika, literasi Bahasa Indonesia, dan literasi Bahasa Inggris.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.