Kompas.com - 14/01/2022, 16:09 WIB
Guru mengajarkan murid pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/1/2022). Pemerintah Kota Bandung mulai melaksanakan PTM 100 persen murid bagi 330 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang terverifikasi siap dengan protokol kesahatan yang ketat. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIGuru mengajarkan murid pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/1/2022). Pemerintah Kota Bandung mulai melaksanakan PTM 100 persen murid bagi 330 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang terverifikasi siap dengan protokol kesahatan yang ketat.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Sejak pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen digelar di Jakarta pada 3 Januari 2022, sebanyak 10 sekolah telah menemukan kasus Covid-19.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta per Kamis (13/1/2022).

Baca juga: 15 Universitas Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2022, 5 dari PTS

Adanya kejadian itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mempertimbangkan kembali menjadi PTM 50 persen.

Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, KPAI prihatin dengan adanya kasus 10 sekolah di DKI Jakarta yang ditutup sementara usai menggelar PTM 100 persen per 3 Januari 2022.

"Meskipun bukan varian Omicron sekalipun, tapi yang namanya Covid-19, tentu tidak bisa kita sepelekan," ucap dia dalam keterangannya yang diterima Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Perlu diingat, kata dia, pola penularan Covid-19 adalah kerumunan dan sulit jaga jarak.

Dia menegaskan, PTM 100 persen dengan kapasitas seluruh siswa sangat berpotensi merebaknya penularan Covid-19.

Karena, siswa bersama-sama dalam satu ruangan tertutup selama waktu yang cukup lama sekitar 3-5 jam.

Baca juga: 20 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022

"Jadi anak-anak sangat rentan tertular dan menularkan Covid-19," jelas dia.

Dia mengaku, KPAI sudah memprediksi hal ini akan terjadi, mengingat anak-anak sekolah dasar (SD) banyak yang belum mendapatkan vaksin lengkap 2 dosis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.