Kompas.com - 03/12/2021, 21:29 WIB
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan tajuk ?Santri Menulis, Siapa Takut?. PPM ini diselenggarakan di Pondok Pesantren al-Amin Pabuaran Purwokerto, Jawa Tengah. DOK. UNYFakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan tajuk ?Santri Menulis, Siapa Takut?. PPM ini diselenggarakan di Pondok Pesantren al-Amin Pabuaran Purwokerto, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan tajuk “Santri Menulis, Siapa Takut”. PPM ini diselenggarakan di Pondok Pesantren al-Amin Pabuaran Purwokerto, Jawa Tengah.

Kegiatan ini melibatkan 30 santriwati. Santriwati mendapatkan pelatihan selama sehari dan luaran yang diharapkan adalah sebuah buku kumpulan tulisan dari santriwati.

“Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Fakultas Ilmu Sosial UNY, khususnya Jurusan Ilmu Komunikasi menyebarkan dan menguatkan jejaring di tengah masyarakat," ungkap Prof. Suranto Aw, Ketua Tim Pengabdi melalui rilis resmi (3/12/2021).

"Pelatihan menulis ini diharapkan semakin merekatkan FIS UNY dengan berbagai kelompok masyarakat terutama kalangan pesantren," tambah Prof. Suranto.

Guru Besar bidang Evaluasi Program Komunikasi ini menambahkan menulis itu sebenarnya mudah. Pengalaman sehari-hari merupakan bahan menarik. Kehidupan santri mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi dapat menjadi cerita yang asyik.

Wakil Dekan Bidang Kepegawaian dan Umum FIS UNY itu menegaskan, menghasilkan karya akan menjadi jejak sejarah. Seseorang dapat dikenal oleh masyarakat dan dikenang dalam sejarah keumatan manusia.

Ia menilai, menulis merupakan hal yang penting. "Semakin banyak karya, maka seseorang akan dikenal. Maka menulis adalah cara dunia mengenal kita," pungkasnya.

Dalam kesempatan sama, Benni Setiawan, Anggota Tim Pengabdi, menceritakan bagaimana ia dapat menulis di berbagai media massa sejak tahun 2005. Ia membagikan tips dan trik menulis dari berbagai aktivitas sehari-hari.

“Menulis yang paling mudah itu adalah yang kita alami dan rasakan," ujarnya.

Baca juga: Ilustrasi untuk Mas Menteri, MBKM Pengabdian Masyarakat Berbasis Aplikasi Biofertilizer di Wisata Klayar Gunungkidul

Ulfah Hidayati, dosen Ilmu Komunikasi, Anggota Tim Pengabdi menambahkan, menulis itu menuangkan ide dan gagasan secara runtut dan menarik. Namun tidak selalu baku.

Menulis, lanjut Ulfa, bisa disesuaikan dengan karakteristik penulis. “Menulis bebas kini sedang menjadi trend dan banyak dilakukan oleh penulis pemula," tegasnya.

Pascapelatihan, mulai tanggal 25 November sampai 2 Desember 2021, peserta mengumpulan artikel dengan pendampingan via media sosial. Saat ini artikel masuk proses editing.

Buku kumpulan tulisan dari santri itu akan diluncurkan saat puncak acara ulang tahun ke-27 Pesantren al-Amin Pabuaran Purwokerto, 20 Desember 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.