Seminar Nasional LPTK: Kolaborasi dan Reflektif Jadi Kunci Penyiapan Guru Unggul

Kompas.com - 04/11/2021, 20:45 WIB
Tangkapan layar Seminar Nasional Inovasi LPTK Ciptakan Guru Unggul, yang digelar Tanoto Foundation bekerja sama dengan empat LPTK dan Kemdikbudristek, Rabu (3/11/2021). DOK. TANOTO FOUNDATIONTangkapan layar Seminar Nasional Inovasi LPTK Ciptakan Guru Unggul, yang digelar Tanoto Foundation bekerja sama dengan empat LPTK dan Kemdikbudristek, Rabu (3/11/2021).

KOMPAS.com - Kolaborasi dan refleksi antara dosen pembimbing lapangan, guru pamong, dan mahasiswa calon guru menjadi kunci penyiapan calon guru unggul melalui program pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan.

Pola tersebut membuat tumbuh kesadaran dari mahasiswa calon guru tentang pentingnya guru melakukan refleksi dan melakukan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Begitu juga dengan dosen dan guru pamong yang ikut berefleksi, untuk memperbaiki pola pendampingannya kepada mahasiswa.

Demikian hasil penting dari studi penguatan dosen dan guru pamong pelaksana program PPG prajabatan yang dipaparkan Tanoto Foundation bersama empat LPTK mitra, yaitu Universitas Negeri Medan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya dan didukung Kemendikbud Ristek, Rabu (3/11/2011).

“Studi ini juga berhasil mengembangkan 13 inovasi untuk meningkatkan kompetensi dan kolaborasi antara dosen dan guru pamong dalam membimbing mahasiswa calon guru melaksanakan praktik di lapangan," ungkap Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation.

"Inovasi tersebut dipublikasikan dalam bentuk buku berjudul ‘Mencari Model PPG untuk Indonesia’ yang dapat diakses secara terbuka melalui website Program PINTAR Tanoto Foundation,”  tambah Satrijo saat memaparkan hasil studi tersebut dalam Seminar Inovasi LPTK Menyiapkan Guru Unggul.

Dalam studi ini, tim peneliti mengembangkan inovasi model pendampingan mahasiswa calon guru yang diberi nama C-NAR atau collaborative nested classroom action research. C-NAR menawarkan suatu kerangka baru dalam ranah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan.

Ketika melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bersama mahasiswa, maka dosen dan guru pamong juga melakukan penelitian tindakan pembimbingan (PTB) untuk menemukan cara membimbing yang paling tepat.

Baca juga: Survei: Kualitas Guru Jadi Pendorong Terbesar Prestasi Siswa

Sinergitas meningkatkan kualitas

Penerapan Program PPG Prajabatan di 4 LPTK mitra pelaksana studi dan 4 LPTK lainnya, juga diteliti oleh Lembaga penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES).

Studi yang dilakukan pada Juni-Agustus 2021 tersebut, menemukan penerapan C-NAR membuat terbangunnya kedekatan yang kuat antara dosen dan guru pamong dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa PPG.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.