Kompas.com - 01/11/2021, 15:19 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno pada kuliah umum Universitas Brawijaya mengatakan pandemi Covid-19 berdampak luar biasa pada berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Ia menjelaskan, di dunia yang tengah memasuki era volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA), semua pihak harus mengambil peran untuk kembali memulihkan sektor parekraf, termasuk mahasiswa.

“Adik-adik mahasiswa akan menjadi penopang perekonomian bangsa, dan UB akan menjadi mitra kami di kementerian untuk peranan penting masa depan, baik di ekonomi secara keseluruhan maupun sektor parekraf,” jelas Sandi dalam Kuliah Tamu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cerita Horor Mahasiswa di 9 Kampus Indonesia, Ada Kampus Kamu?

Dijelaskan Sandi, yang bisa dilakukan mahasiswa antara lain menjadikan pariwisata sebagai keseharian, bantu atasi pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan dan menyukseskan vaksinasi, menjaga kelestarian alam dan membangun destinasi pariwisata lokal dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan kualitas, meningkatkan keterampilan, menguasai teknologi, serta mengolaborasikan ide kreatif dan inovatif.

“Mulailah dengan mengetahui potensi parekraf di Malang Raya, Jawa Timur, dan Indonesia. Kenalkan dan promosikan pada dunia. Kalian adalah digital natives, bantu atasi pandemi dengan memasarkan parekraf Indonesia bisa melalui sosial media,” ajaknya.

Ia juga memotivasi mahasiswa untuk mematangkan rencana dan tidak ragu untuk membuka peluang usaha dan mendukung produk buatan Indonesia atau kreatif lokal.

Dengan demikian, tegas dia, maka mahasiswa akan mampu berkontribusi membuka lapangan pekerjaan.

“Jadilah agen perubahan, jangan kaum rebahan. Mari turun tangan, jangan pernah lepas tangan. Terus lakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” pesannya.

Baca juga: Cara Belajar Jan Meyer, Peraih IPK Tertinggi ITB 2021

Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan FISIP, Ahmad Imron Rozuli menyampaikan bahwa peran sivitas akademika perlu dioptimalkan sebagai agen perubahan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antara sivitas akademika, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kata kunci demi kesuksesan pengembangan pariwisata.

“Adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat memperkuat posisi kampus sebagai penopang dalam proses pembangunan nasional, dengan cara memperluas pembelajaran case method dan project base, riset/kajian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan, dan kemitraan,” jelas Imron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.