Kompas.com - 01/08/2021, 11:55 WIB
. SHUTTERSTOCK.
|

KOMPAS.com - Menjaga ucapan itu penting. Jangan sampai ucapan kita bisa melukai orang lain. Karenanya, setiap ucapan atau kata-kata harus hati-hati.

Apalagi di situasi seperti sekarang ini, kita harus pandai-pandai memberikan dukungan kepada sesama dengan kata-kata yang baik.

Jangan sampai karena di waktu yang tidak tepat, ucapan kita malah tidak mempererat suatu persahabatan.

Baca juga: Mahasiswa, Begini Tips Hemat BBM dengan Teknik Eco Driving

Terlebih jika ada teman ada yang terkena Covid, maka kita harus menjaga ucapan dengan baik.

Melansir akun Instagram Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat (30/7/2021), ini contoh-contoh ucapannya.

Daripada berucap "Kok bisa sih kamu kena, habis dari mana emangnya?" Mending kamu mengatakan "Gimana kabarnya, lagi pengin makan apa? Aku kirimin, ya".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Dosen Psikologi UII, Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, MPsi., Psikolog., ucapan bisa melukai apalagi jika toxic positivity.

Apa itu toxic positivity? Ini adalah kondisi ketika seseorang menuntut dirinya atau orang lain untuk selalu bersikap positif.

Dampak toxic positivity

1. Membuat individu merasa rendah diri

Jika penyintas sering dibandingkan, maka dapat kehilangan rasa percaya diri yang justru berdampak pada situasi yang makin memburuk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.