Kompas.com - 10/07/2021, 16:32 WIB
7 museum batak fi Indonesia DOK. Instagam Otorita Danau Toba7 museum batak fi Indonesia

KOMPAS.com - Ternyata Indonesia memiliki banyak museum daerah yang menarik untuk dikunjungi. Misalnya, museum Suku Batak yang tinggal di sekitar Danau Toba.

Untuk melestarikan tradisi suku Batak,  dibangunlah beberapa museum yang mengoleksi benda-benda bersejarah bagi suku Batak di sekitar kawasan Danau Toba.

Melansir laman Direktorat SMP Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), berikut daftar museumnya: 

1. Museum Huta Bolon

Terletak di Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Museum Huta Bolon menjadi destinasi menarik untuk disinggahi ketika kamu berkunjung ke area Danau Toba.

Museum ini memiliki banyak koleksi barang bersejarah peninggalan Suku Batak Toba seperti kain ulos dengan berbagai motif, peralatan masak tradisional Suku Batak Toba, senjata perang yang digunakan di masa lampau, mainan tradisional anak-anak, sampai dengan alat berkebun Suku Batak Toba.

Bangunan museum sendiri berbentuk rumah adat Batak Toba warisan Raja Sidauruk yang telah berusia ratusan tahun namun tetap berdiri kokoh dan terjaga.

Baca juga: Yuk Keliling 5 Museum di Indonesia Secara Virtual, Ini Link-nya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Museum Tomok

Museum Tomok berlokasi di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Museum ini berjarak kurang lebih 21 km dari Museum Huta Bolon.

Bangunan museum ini merupakan bangunan dengan arsitektur rumah adat Batak Toba khusus untuk raja dan anggota keluarganya yang disebut Rumah Bolon. Terdapat ukiran dan ornamen khas Batak yang disebut Gorga, dengan pintu yang didesain rendah sedangkan bagian atap rumah dibuat lebih tinggi.

3. Museum Letjen Jamin Gintings

Museum Letjen Jamin Gintings atau Museum Mahaputra Utama Jamin Gintings ini berlokasi di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, diresmikan pada tanggal 7 September 20213 oleh Purnomo Yusgiantoro selaku Menteri Pertahanan tahun 2009 – 2014.

Tujuan didirikannya museum ini adalah sebagai ikon dari desa kelahiran Letjen Jamin Gintings yaitu desa suka. Filosofi desain unik museum ini terinspirasi dari perjuangan Letjen Jamin Ginting yang dianalogikan seperti kulit kacang yang melindungi isinya meskipun panas terik matahari menyengat di siang hari.

Baca juga: Siswa Penerima KIP, Kemendikbud Ristek Perbarui Skema Penyaluran Dana

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.