Kompas.com - 11/05/2021, 07:56 WIB
Ilustrasi lebaran saat pandemi DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi lebaran saat pandemi

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah momen bahwa manusia diyakini telah kembali lagi kepada fitrah manusia sebagai makhluk yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar.

Bagi umat Islam yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya.

Hari Raya Idul Fitri ini menjadi perayaan yang paling dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk anak-anak. Mereka selalu antusias dan bersemangat menyambut bulan suci Ramadhan setiap tahunnya.

Baca juga: Biaya Kuliah S1 Jalur Mandiri PTN 2021: UI, UGM, ITB

Bagi orang dewasa, momen yang satu ini dapat dijadikan ajang untuk bersilaturahmi kepada saudara, teman, atau tetangga. Sedangkan bagi anak-anak, momen Lebaran tidak hanya untuk silaturahmi, tetapi juga momen mendapatkan uang saku atau angpau Lebaran.

Entah siapa yang memulai, tetapi tradisi memberi uang saku Lebaran kepada anak-anak, baik anak sendiri, keponakan, cucu, anak tetangga, maupun anak kerabat, telah mendarah daging pada sebagian masyarakat di Indonesia.

Tak ada aturan mengenai jumlah nominal standar angpau Lebaran untuk anak. Asalkan yang paling penting adalah memberi dengan rasa penuh ikhlas dan senang. Tetapi, kalau dipikir-pikir, sebenarnya untuk apa kita memberikan angpau Lebaran kepada anak? Sebab, setiap hari kita memberi mereka uang jajan atau uang transportasi sebelum berangkat ke sekolah

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lebaran Ceria, Ragam Aktivitas agar Puasa dan Lebaran Lebih Menyenangkan

Kalau mereka butuh sesuatu seperti baju seragam, buku, atau sepatu, mereka tinggal bilang saja kepada orangtua. Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa memberikan angpau Lebaran kepada anak tidak penting karena anak belum tahu tentang nilai uang.

Namun, ada juga yang berasumsi bahwa anak hanya akan menghabiskan uang angpau Lebaran-nya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat, seperti bermain game online di warnet, membeli mainan, petasan, atau membeli jajanan yang kurang higienis.

Dari beberapa anggapan yang berbeda ini, Lebaran menjadi momen yang pas bagi orangtua untuk mengajarkan anak mengelola angpau Lebaran secara bijak.

Melansir laman anggunpaud, Untuk itulah, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para orangtua kepada anak-anak saat menerima angpau Lebaran:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X