Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Psikolog UGM: Pelaku Kekerasan Anak Cenderung Punya Gangguan Kesehatan Mental

Kompas.com - 06/04/2024, 19:00 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Psikolog Klinis dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Indria Laksmi Gamayanti mengatakan, pelaku kekerasan pada anak cenderung mengalami masalah kesehatan mental.

Menurut Gamayanti, pemicu dari tendensi tindakan kekerasan pada pelaku terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari kesiapan mental orangtua, kondisi ekonomi, hingga pengalaman kekerasan serupa di masa kecil.

"Secara psikologis, pelaku kekerasan cenderung memiliki gangguan kesehatan mental dalam dirinya sendiri," kata Gamayanti dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (6/4/2024).

Gamayanti menjelaskan, ada tiga macam bentuk kekerasan pada anak, yaitu kekerasan fisik, kekerasan emosi, dan kekerasan seksual.

Baca juga: UPH Kampanyekan Sebagai Kampus Anti Kekerasan Seksual

Pelaku kekerasan dari orang terdekat

Ia mengatakan, ketika terjadi kekerasan fisik dan kekerasan seksual pada anak, pasti diikuti dengan kekerasan emosi atau psikis.

Meski demikian, kekerasan yang paling banyak terjadi dan belum banyak disadari adalah kekerasan emosi. Di mana anak mendapatkan ujaran kemarahan, kebencian, penghinaan, dan bentuk kekerasan verbal lainnya.

"Yang sangat disayangkan, pelaku kekerasan yang paling banyak melakukan justru berasal dari orang terdekat anak, khususnya orangtua dalam hal pola asuhnya," ujarnya.

Gamayanti melanjutkan, orang dewasa yang melakukan kekerasan pada anak ini umumnya adalah orang-orang yang tidak matang secara emosi.

Baca juga: Peran Orangtua Sangat Penting dalam Mengurangi Kekerasan di Pesantren

Pelaku pernah jadi korban kekerasan saat kecil

Bahkan mungkin orang dewasa itu semasa kecilnya juga menerima tindakan kekerasan. Ketika seseorang mengalami kekerasan di masa kecil, maka ada potensi ia akan melakukan kekerasan yang lebih parah ketika beranjak dewasa.

"Bayangan masa lampau atau trauma masa kecil orangtua memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan tindakan kekerasan serupa atau lebih terhadap anaknya," tuturnya.

Tak hanya orang dewasa, kekerasan juga dapat terjadi pada sesama anak yang biasanya banyak ditemui dalam kasus-kasus perundungan pada lingkungan sekolah atau teman bermain.

Baca juga: Cara Mencegah Kekerasan Seksual di Sekolah Menurut Dosen UMM

Gamayanti menuturkan, penyebab anak melakukan tindakan kekerasan kepada sesamanya juga bisa disebabkan dari lingkungan dan pola asuh orangtua.

"Bisa jadi anak tersebut juga menerima kekerasan dari orangtua, atau kurangnya validasi sehingga cenderung mencari validasi pada sesamanya," jelas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com