Kompas.com - 30/04/2021, 16:45 WIB
Ilustrasi Covid-19. DOK. PIXABAYIlustrasi Covid-19.

KOMPAS.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai dibuka secara terbatas pada Juli 2021.

Alasan dari IDAI, karena kasus penularan Covid 19 masih belum terkendali. Ketua Umum IDAI Aman B Pulungan, dilansir dari laman resmi idai.or id

Salah satu alasan sekolah tatap muka belum direkomendasikan adalah karena tingkat positivity rate covid-19 di Indonesia masih di atas 5 persen.

"Persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah antara lain terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate kurang lebih 5 persen dan menurunnya tingkat kematian," kata Aman.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jakarta Dimulai, Keputusan di Orangtua

Hanya saja jika sekolah tatap muka tetap dimulai, maka pihak sekolah harus menyiapkan metode pembelajaran secara luring (luar jaringan atau offline) dan daring (dalam jaringan atau online).

Kemudian memberi kebebasan kepada orang tua untuk memilih anaknya diizinkan untuk belajar di sekolah atau di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aman mengatakan anak yang belajar secara luring maupun daring pun harus memiliki hal dan perlakuan yang sama dalam kegiatan belajar dan mengajar.

"Mengingat prediksi jangka waktu pandemi covid-19 yang masih belum dapat ditentukan, maka guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar. Salah satunya, memanfaatkan belajar di ruang terbuka, seperti taman, lapangan, sekolah di alam terbuka," jelasnya.

Baca juga: Survei: 80,4 Persen Kepala Sekolah-Komite Sepakat Sekolah Tatap Muka

Selain itu, IDAI juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin sekolah tatap muka kembali dilaksanakan. Berikut poin panduan bagi orangtua, sekolah, evaluator dan pihak penyelenggara:

Panduan sekolah tatap muka untuk pihak penyelenggara, orang tua, dan evaluator

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X