Kompas.com - 30/04/2021, 07:45 WIB
Ilustrasi dokter perempuan. SHUTTERSTOCKIlustrasi dokter perempuan.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Bertepatan dengan hari jadi ke-16, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam rangka Peningkatan Mutu Pendidikan Kedokteran di Indonesia.

Dalam penandatangan kerjasama ini, Kemendikbud diwakili oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Prof. Nizam.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Putu Moda Arsana mengatakan, ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pendidikan kedokteran serta penyelenggaraan program adaptasi dokter dan dokter gigi.

Baca juga: Bisa untuk Diet, Ini Manfaat Kolang-kaling Menurut Pakar IPB

KKI bekerjasama dengan Kemendikbud

Selain itu juga, evaluasi implementasi standar kompetensi lulusan pendidikan profesi dokter dan dokter gigi, penyelenggaraan program adaptasi dokter dan dokter gigi, serta pertukaran data dan informasi.

"Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama diharapkan kerja sama antara KKI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin optimal dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kedokteran. Akhirnya dapat membawa manfaat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia," ungkap Putu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Putu Moda Arsana, Undang-undang Praktik Kedokteran mengamanatkan kepada KKI bertugas mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Dokter Gigi.

Baca juga: JCO Donuts Buka Lowongan Kerja Lulusan SMA/SMK, D3, S1

KKI mendapat amanat sesuai UU Praktik Kedokteran

Standar ini disusun oleh asosiasi institusi pendidikan kedokteran/kedokteran gigi atau kolegium kedokteran/kedokteran gigi.

Berkoordinasi dengan organisasi profesi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran/kedokteran gigi, asosiasi rumah sakit pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Kesehatan.

Selain itu UU Praktik Kedokteran juga mengamanatkan dokter dan dokter gigi lulusan luar negeri yang akan melaksanakan praktik kedokteran di Indonesia harus dilakukan evaluasi.

Meliputi keabsahan ijazah dan kemampuan melakukan praktik kedokteran.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X