84,7 Persen Masyarakat Nilai Bantuan Kuota Kemendikbud adalah Langkah Tepat

Kompas.com - 23/10/2020, 09:07 WIB
Ilustrasi mahasiswa dan dosen yang menerima kuota gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. DOK. ANDROW PARAMA M.Ilustrasi mahasiswa dan dosen yang menerima kuota gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan ASI, sebanyak 84,7 persen masyarakat menilai bantuan kuota gratis Kemendikbud merupakan langkah yang tepat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik di masa pandemi Covid-19.

"Sebanyak 13,7 persen menyatakan tidak, sedangkan sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," jelas Ali melansir laman Kemendikbud, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Kuota Gratis Kemendikbud Bulan Oktober Cair, Aplikasi Belajar Kian Beragam

Dia mengaku, survei yang dilakukan ASI memang ingin mengetahui pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota gratis yang digagas Kemendikbud. Sebagai sebuah kebijakan, program subsidi kuota data internet ini sempat menuai pro dan kontra di masyarakat.

Sementara itu, kata dia, sebanyak 85,6 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/ mahasiswa dalam membeli paket internet, sementara 13,6 persen tidak berpendapat demikian. Sisanya 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Lalu, dia menyebutkan, sebanyak 63,2 persen publik juga mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1 persen mengaku tidak puas. Sisanya 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Survei dijalankan di 34 provinsi

Ali mengatakan, survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden dalam survei ini berjumlah 1.000 orang, dengan tingkat margin of error kurang lebih mencapai 3,10 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Survei ini dilakukan sejak tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020 menggunakan metode wawancara yang dilakukan melalui kontak telepon atau menggunakan kuesioner," jelas dia.

Plt Kapusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie mengungkapkan, para surveyor merupakan mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan secara intensif di setiap pelaksanaan survei.

Validasi sampel data dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir.

"Hal ini menjadi masukan penting bagi kami untuk menyempurnakan pelayanan kepada publik. Koordinasi dan kerja sama kita dengan satuan pendidikan juga para provider," jelas Hasan.

Kuota gratis ringankan beban ekonomi

Paling terpenting, lanjut Hasan, masyarakat menilai kebijakan kuota gratis Kemendikbud merupakan langkah yang tepat dan membantu meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Sebelum Program Kuota Gratis, Uang Habis untuk Beli Paket Internet

"Yang terpenting, bahwa kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi," pungkas Hasan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X