Cara Orangtua Cegah Anak Jadi Korban dan Pelaku Kekerasan Seksual

Kompas.com - 22/10/2020, 17:25 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANIlustrasi kekerasan seksual.

KOMPAS.com - Bila ada anak menjadi korban dan pelaku kekerasan seksual. Maka, ada empat cara yang harus dilakukan orangtua demi mengatasi keadaan anak menjadi lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Psikolog Elizabeth T Santosa dalam keterangannya yang diperoleh media, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Psikolog: Ini Alasan Banyak Remaja Jadi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

"Pertama, orangtua bisa memberikan pendidikan seksual sejak dini, sesuai dengan usia anak yang diberikan oleh narasumber terlatih. Kedua, supervisi orangtua dalam semua aktivitas dan kegiatan anak sehari-hari," jelas dia.

Ketiga, orangtua bisa terlibat aktif di lingkungan sekolah bersama orangtua siswa lain dan guru, seperti mengikuti Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG).

"Ketika aktif di lingkungan sekolah, maka bisa berdiskusi mengenai topik atau isu permasalahan anak secara reguler," ucap dia.

Langkah keempat, sebut dia, orangtua bisa menjadi teladan perilaku bagi anak dalam menerapkan nilai-nilai kesantunan, moral, keagamaan, dan lain-lain. Tak lupa, orangtua juga harus sering berkomunikasi dan terbuka satu sama lain dengan anak.

Ketika terjadi kekerasan seksual terhadap anak, maka dampaknya sangat bervariasi. Hal itu tergantung dari faktor resiliensi anak dan faktor lainnya, seperti berapa lama dampak kekerasan seksual telah berlangsung.

"Semakin lama kekerasan seksual terjadi dalam hidup anak semakin besar peluang anak mengalami trauma hebat dan manifestasi gangguan kepribadian atau mental lainnya," tegas perempuan yang akrab disapa Lizzie ini.

Faktor lainnya, lanjut dia, juga dilihat dari pelaku kekerasan seksual. Jika dilakukan oleh keluarga sedarah, seperti ayah, kakak atau adik, maka tentunya akan membuat konflik hebat terhadap perspektif nilai dan struktur keluarga normal.

Dampak jangka pendek dan jangka panjang

Lizzie menyebutkan, ada dua dampak yang terjadi jika ada kekerasan seksual. Dampak jangka pendek, maka anak akan mengalami rasa malu, bersalah, merasa terkucilkan, dan psikomatis.

Sedangkan dampak jangka panjang, maka anak bisa mengalami post traumatic stress disorder (PTSD), menyakiti diri sendiri secara fisik, depresi, dan mencoba bunuh diri.

Baca juga: Ini 3 Modal Utama Menjadi Orangtua, Simak Ya...

"Lalu juga mengalami gangguan kecemasan, moodswing, kesulitan dalam menjalin hubungan intim, paranoia, dan lain lain," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X