Kompas.com - 30/09/2020, 09:58 WIB
Demi Belajar Daring, Siswa Berburu Jaringan Internet ke Puncak Gunung dan Pepohon KOMPAS.COM/JUNAEDIDemi Belajar Daring, Siswa Berburu Jaringan Internet ke Puncak Gunung dan Pepohon
|

KOMPAS.com - Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), banyak sekolah belum terhubung dengan internet.

Menurut Plt Kepala Pusdatin Kemendikbud Hasan Chabibie, ada sebanyak 41.000 atau 19 persen dari 220.000 sekolah di Indonesia belum terhubung ke jaringan internet.

Hanya saja, dari sejumlah itu lebih dari 70 persen sudah berada dalam jangkauan base transceiver station (BTS).

Baca juga: 6 Tips Hindari Stres Saat Pandemi dari Kemendikbud

"Jadi hanya tersisa 8 ribuan lebih sekolah yang belum ada koneksi internetnya yang terletak di remote area. Ini yang butuh intervensi lain dari pemerintah saat PJJ daring ini," ujarnya dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud, Selasa (29/9/2020).

Adapun data itu diperoleh dari hasil penelusuran Pusdatin bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Sekolah bisa manfaatkan dana BOS

Namun, upaya lain dari Kemendikbud ialah melakukan intervensi melalui kerja sama dengan TVRI. Bentuknya berupa penyiarkan program edukasi Program Belajar dari Rumah serta menyediakan modul-modul pembelajaran yang di print dan kirim ke daerah-daerah tersebut.

Adanya modul itu karena guru-guru di daerah tersebut selama pandemi tetap melakukan kunjungan secara berkala. Guru itu juga ke rumah siswa atau ke beberapa kelompok kecil yang ada di lingkungan terdekat.

Untuk bantuan anggaran, sekolah dapat memanfaatkan anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) relaksasi untuk mengoptimalkan proses PJJ dari rumah.

Artinya, baik BOS Reguler maupun Afirmasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung PJJ.

Operator seluler harus jaga kualitas

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta operator seluler yang terlibat dalam program bantuan kuota belajar untuk menjaga kualitas jaringan.

"Kominfo memastikan operator seluler menjaga kualitas jaringan dengan baik. Setiap operator seluler yang ambil bagian, perhatikan betul ketersediaan infrastruktur di tempatnya masing-masing," kata Menteri Kominfo Johnny G Plate.

Dia berharap, bantuan kuota internet untuk belajar tersebut bisa menjangkau lebih dari 60 juta siswa yang harus mengikuti PJJ akibat pandemi Covid-19.

Dalam jangka menengah, Kominfo bakal mempercepat perluasan akses internet di ribuan desa/kelurahan dan 150.000 titik fasilitas publik.

Hingga akhir 2022, pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan diprioritaskan untuk menghadirkan sinyal 4G di 12.548 desa/kelurahan.

Baca juga: Akademisi Unair: Ini Dampak Stunting bagi Perkembangan Anak

Sementara, akses internet di 150.000 titik layanan publik ditargetkan selesai pada kuartal III 2022.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X