Cerita-cerita dari Balik Tembok Istana

Kompas.com - 29/06/2020, 21:00 WIB
Diolah dari sketsa pemandangan Keraton Yogyakarta dari alun-alun sebelah utara karya A. de Nelly, salah seorang murid Johannes Rach dari Denmark, sekitar 1771. DOK. KPGDiolah dari sketsa pemandangan Keraton Yogyakarta dari alun-alun sebelah utara karya A. de Nelly, salah seorang murid Johannes Rach dari Denmark, sekitar 1771.

Oleh: Candra Gautama | Kepustakaan Populer Gramedia

KOMPAS.com - Seks memang urusan yang manusiawi. Namun bila sudah menyangkut keluarga istana, urusan privat itu bisa berubah jadi berita panas.

Siapa tak penasaran mengikuti drama perkawinan Pangeran Charles dan Putri Diana, Princess of Wales?

Perkawinan mereka berantakan karena hati Charles ternyata jatuh beneran pada Camilla Parker Bowles, kekasih lamanya. Apalagi ketika Diana mengungkapkan urusan ranjang mereka.

Setelah menikah, kata Diana, Charles hanya mau melakukan hubungan seks setiap tiga minggu.

Cabut dari istana, nasib Diana berakhir tragis. Mobil Mercedes hitam yang dia tumpangi bersama kekasih barunya, Dodi Al Fayed, menabrak dinding terowongan Pont de l'Alma, Paris, Prancis, pada 31 Agustus 1997. Dunia pun terhenyak.

Baca juga: Gara-gara Buku: Kirim Cerita Bisa Donasi ke Taman Baca

Rumor tak sedap

Di keraton Jawa tempo dulu, juga sering muncul rumor tak sedap menyangkut perilaku seksual anggota istana.

Sampai-sampai, kata Peter Carey dalam bukunya "Perempuan-perempuan Perkasa", ada ungkapan di kalangan keluarga Indo-Belanda di kota kerajaan pada 1930-an, bahwa pangeran di Surakarta senang “anggur dan perempuan”, tetapi di Yogya lebih suka “candu dan laki-laki”. Wahhh....

Masih dari buku yang sama, dikisahkan bahwa pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono V (1820-1823) terjadi suatu skandal di Keputren.

Ceritanya, salah seorang selir Sunan kelima dengan kelentit luar biasa menonjol mengambil peran laki-laki dalam serangkaian hubungan intim dengan istri muda Sunan yang merasa belum terpuaskan oleh sang suami raja Solo itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X