Kemenag Siap Alokasikan Dana Rp 36 Miliar untuk Santri Berprestasi

Kompas.com - 29/06/2020, 10:51 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANIMenteri Agama Fachrul Razi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

KOMPAS.com - Menteri Agama ( Menag) Fachrul Razi mengalokasikan anggaran untuk pendidikan keagamaan, termasuk pesantren, yang telah dibahas dan disetujui dalam rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Alokasi anggaran yang diusulkan Kemenag untuk penguatan pendidikan agama dan keagaman, termasuk pesantren, telah disetujui Komisi VIII DPR," ujar Menag, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Fachrul Razi, komitmen dan perhatian kepada pendidikan agama dan keagamaan, antara lain tecermin dari alokasi anggaran bantuan operasional pendidikan (BOP) bagi pondok pesantren dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Kemenag Terbitkan Keputusan Keringanan Uang Kuliah Mahasiswa PTKN

Penguatan anggaran

Setiap tahun, anggaran pembinaan pesantren hanya berkisar Rp 500 miliar. Tahun ini, guna mempersiapkan pesantren tetap produktif dan aman Covid-19, Kemenag telah mengalokasikan anggaran BOP sekitar Rp 2,3 triliun.

"Tahun 2020, BOP pesantren dialokasikan hanya 20juta. Tahun 2021, kita mengusulkan dan sudah disetujui Komisi VIII BOP pesantren naik. Semoga usulan ini juga disetujui Kementerian Keuangan," terang Menag Fachrul Razi.

Selain BOP, lanjut Menag, Kemenag tahun depan juga tetap memberikan beasiswa kuliah bagi santri berprestasi.

"Tidak kurang Rp 36 miliar akan dialokasikan untuk mengafirmasi akses para santri kuliah di perguruan tinggi terbaik, baik yang sedang berjalan maupun untuk penerimaan baru tahun depan," tegas Menag.

Ia melanjutkan, "Kemenag juga bekerja sama dengan LPDP untuk memberi beasiswa S2 dan S3 kepada santri, baik di dalam maupun luar negeri. Setiap tahun ada 100 hingga 150 santri yang mendapatkan beasiswa tersebut," ungkap Menag Fachrul Razi.

Menag menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi VIII yang telah membahas dan menyetujui usulan Kemenag. Baik Kemenag maupun Komisi VIII mempunyai komitmen kepedulian yang sama terhadap pendidikan agama dan keagamaan, termasuk pesantren.

Baca juga: Kemenag Bahas SKB Protokol Kesehatan Lembaga Pendidikan dan Pesantren

Jadi agenda rutin

Di lingkungan Kemenag sendiri, lanjut Menag, pembahasan tentang upaya peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, termasuk pesantren dan madrasah, menjadi santapan harian di setiap rapat dan diskusi.

"Hampir setiap ada rapat kabinet atau antarkementerian, pasti topik utama yang diangkat tidak keluar dari bantuan kepada madrasah dan pesantren," ujar Menag.

Menag melanjutkan, "Perhatian dan kepedulian yang sama juga diberikan oleh masing-masing Ditjen Bimbingan Masayarakat kepada para siswa lembaga pendidikan agama dan keagamaan lainnya," ungkap Fachrul Razi.

Menag sangat menghargai jajarannya yang tidak pernah lelah memberi perhatian dan kepedulian kepada generasi masa depan bangsa.

"Dengan dorongan dan kepedulian yang sama dari Komisi VIII, insya Allah masa depan para santri, siswa madrasah, dan seluruh generasi muda bangsa dari berbagai agama akan semakin baik, walaupun situasi keuangan negara masih terbatas untuk dapat memberi dukungan optimal," ucap Menag Fachrul Razi.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X