"Nikah Massal" Vokasi DIDU Diharapkan Jadi Solusi Peluang Kerja Lulusan SMK

Kompas.com - 28/06/2020, 20:59 WIB
SMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus, ketiganya binaan Djarum Foundation, turut berperan aktif memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19. DOK. DJARUM FOUNDATIONSMKN 3 Kudus, SMKN 1 Kudus, dan SMK Duta Karya Kudus, ketiganya binaan Djarum Foundation, turut berperan aktif memberikan solusi permasalahan pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Kompetensi mumpuni lulusan SMK menjadi syarat mutlak agar lulusan SMK terserap di pasar tenaga kerja. Namun, banyak pendapat menyatakan ketersediaan lowongan kerja yang tidak sebanding membuat lulusan SMK khawatir kalah bersaing.

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud, Ahmad Saufi mengatakan, saat ini kesempatan lulusan SMK langsung diterima kerja di DUDI (dunia usaha dunia indusri) justru semakin besar.

“Kami di Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI diberi tugas khusus untuk menjodohkan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri," jelas Saufi dalam sesi " Lulusan SMK Jangan Takut Nggak Dapat Kerja"’, Sabtu (27/6/2020).

Ia menyampaikan, "Kami akan banyak berinteraksi dengan pelaku industri, termasuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh pendidikan vokasi sehingga mereka percaya akan kemampuan lulusan vokasi.”

Baca juga: Ditjen Pendidikan Vokasi Siapkan Paket Pernikahan pada Program Link and Match

"Nikah massal" vokasi-DIDU

Dalam kesempatan tersebut, Saufi menyampaikan industri kini juga diberi keterlibatan besar dalam proses pembelajaran di SMK.

Pihaknya telah membentuk Forum Pengarah Vokasi (FPV) yang beranggotakan para pelaku usaha, komunitas industri, dan para pemangku kepentingan terkait lainnya. FPV akan dilibatkan mulai dari penyusunan kurikulum, hingga perekrutan lulusan.

“Melalui pendekatan ini artinya kita sudah menggandeng langsung para pelaku usaha. Bahkan kita juga memperoleh daftar calon tempat kerja bagi para lulusan beserta kriteria yang dibutuhkan DUDI," tegas Saufi.

Ia menlanjutkan, "berikutnya, kita menyusun strategi untuk menyiapkan lulusan yang kompeten secara hard skill dan soft skill.”

Menurutnya, hal menjadi salah bentuk ‘pernikahan massal’ yang semakin memperkuat kemitraan antara pendidikan vokasi dengan DUDI.

Selain kerja sama industri dan dunia usaha, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI tahun ini memberikan perhatian khusus bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi guru serta kepala sekolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X