Kompas.com - 13/03/2020, 10:00 WIB
Rektor UGM menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima, Rabu (11/3) di Balai Senat UGM. Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham Blok, dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ambassador Swartbol. Dok. Humas UGMRektor UGM menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima, Rabu (11/3) di Balai Senat UGM. Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham Blok, dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ambassador Swartbol.

KOMPAS.com - Rektor UGM menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima, Rabu (11/3) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham Blok, dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ambassador Swartbol.

“Belanda lebih dari sekadar sahabat bagi Indonesia. Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi kunjungan yang bersejarah dari Raja dan Ratu Belanda di universitas kami,” ucap Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono seperti dikutip dari website UGM.

Kolaborasi antara UGM dan Belanda sendiri, terangnya, telah berlangsung lama dan telah menunjukkan berbagai hasil yang memuaskan.

Baca juga: Raja Belanda Boyong 110 Pengusaha ke Indonesia

Pada kesempatan ini, beberapa peneliti dari UGM berkesempatan untuk mempresentasikan penelitian yang tengah mereka kerjakan dalam bidang-bidang strategis, seperti kesehatan, biodiversitas, dan hukum.

Dalam presentasinya, dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., mengundang Ratu Maxima untuk mengawinkan spesies anggrek Indonesia yang kemudian diberi nama Vanda Tricolor Lindley Queen Maxima untuk menandai peran serta dukungan Belanda terhadap pelestarian biodiversitas di Indonesia.

Di samping itu, Raja Willem dan Ratu Maxima juga menyaksikan pameran inovasi sivitas akademika UGM di Balairung yang merupakan program dari Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI) UGM.

“Kami menunjukkan beberapa inovasi dari mahasiswa dan dosen kami. Kami percaya inovasi ini menjadi titik masuk yang baik bagi kolaborasi kita di masa mendatang,” kata Rektor.

Mengawali Kerjasama UGM dan Institusi di Belanda

Rektor UGM menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima, Rabu (11/3) di Balai Senat UGM. Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham Blok, dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ambassador Swartbol.Dok. Humas Dikti Rektor UGM menerima kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima, Rabu (11/3) di Balai Senat UGM. Keduanya mengunjungi UGM dalam rangkaian kunjungan kerajaan dengan didampingi Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham Blok, dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ambassador Swartbol.

Kunjungan ini menandai babak baru kerja sama antara UGM dan institusi di Belanda di masa mendatang. Perwakilan dari Dutch Universities Association, Prof. Wim van den Doel, memaparkan tiga rencana kolaborasi, salah satunya program Week for Indonesian-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 kerja sama antara institusi tersebut dengan LIPI.

“Saya mengundang kalian semua untuk bisa mengikuti program ini. Ini adalah kegiatan yang baik sekali,” jelas van den Doel.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X