Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/01/2023, 13:42 WIB
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Setelah insiden di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu (14/1/2023) pekan lalu, beredar video yang diklaim sebagai kejadian bentrok.

Sebuah video menarasikan mengenai suku Dayak yang bentrok dengan tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Video suku dayak yang bentrok dengan TKA China, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, serta tangkapan layar video oleh akun ini.

Video berdurasi 1 menit 33 detik itu

Berikut narasi salah satu akun yang diunggah pada Senin (23/1/2023):

WARGA DAYAK BENTROK DENGAN TKA CHINA. USIR TKA CHINA DARI INDONESIA. TKA CHINA SUDAH MERESAHKAN PRIBUMI DAN KESATUAN NKRI. JANGAN BISANYA TERIAK-TERIAK HIDUP NKRI, HIDUP PRIBUMI OMONG DOANG.

KAMI TIDAK PERLU TERIAK-TERIAK NKRI HARGA MATI DAN PRIBUMI. INI ADALAH WUJUT KAMI MENCINTAI NKRI DAN SODARA-SODARA KAMI PRIBUMI YANG TIDAK MEMBEDAKAN RAS GOLONGAN SUKU AGAMA.

SELAMAT BERJUANG SODARA-SODARAKU DAYAK DAN SELURUH LAPISAN ANAK NEGRI.

Tangkapan layar unggahan dengan narasi hoaks di sebuah akun Facebook, (23/1/2023), soal video suku dayak yang bentrok dengan TKA China. Video itu ditempatkan dalam konteks yang salah.akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan narasi hoaks di sebuah akun Facebook, (23/1/2023), soal video suku dayak yang bentrok dengan TKA China. Video itu ditempatkan dalam konteks yang salah.
Penelusuran Kompas.com

Video yang beredar di media sosial memiliki kualitas yang buruk dan tampak buram.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manipulasi Foto Cristiano Ronaldo dan Georgina Menikah di Arab Saudi

Manipulasi Foto Cristiano Ronaldo dan Georgina Menikah di Arab Saudi

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Tidak Benar Penampakan Chicago dari Seberang Danau Jadi Bukti Bumi Datar

CEK FAKTA: Tidak Benar Penampakan Chicago dari Seberang Danau Jadi Bukti Bumi Datar

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredarnya Satire yang Sebut Google Rilis Alat Pelacak G-Spot

INFOGRAFIK: Beredarnya Satire yang Sebut Google Rilis Alat Pelacak G-Spot

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hati-hati, Ada Penipuan APK Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

INFOGRAFIK: Hati-hati, Ada Penipuan APK Mengatasnamakan BPJS Kesehatan

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Belum Ada Koalisi PKB-Nasdem-Demokrat-PKS untuk Usung Anies Baswedan

[KLARIFIKASI] Belum Ada Koalisi PKB-Nasdem-Demokrat-PKS untuk Usung Anies Baswedan

Hoaks atau Fakta
Tidak Ada Larangan Kata Mumi di Museum British

Tidak Ada Larangan Kata Mumi di Museum British

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Hakim dan Jaksa Kasus Pembunuhan Brigadir J Ditangkap KPK

[HOAKS] Hakim dan Jaksa Kasus Pembunuhan Brigadir J Ditangkap KPK

Hoaks atau Fakta
Dari Plaza de Mayo ke Seberang Istana, Solidaritas Korban Pelanggaran HAM

Dari Plaza de Mayo ke Seberang Istana, Solidaritas Korban Pelanggaran HAM

Sejarah dan Fakta
Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Identifikasi Informasi

Penyebaran Hoaks dan Rendahnya Kemampuan Identifikasi Informasi

Data dan Fakta
Kesadaran soal Pelindungan Data Pribadi Perlu Ditingkatkan

Kesadaran soal Pelindungan Data Pribadi Perlu Ditingkatkan

Data dan Fakta
Bagaimana Perilaku Masyarakat dalam Menggunakan Media Sosial?

Bagaimana Perilaku Masyarakat dalam Menggunakan Media Sosial?

Data dan Fakta
Benarkah PBB Umumkan Omicron XBB Lima Kali Lebih Mematikan?

Benarkah PBB Umumkan Omicron XBB Lima Kali Lebih Mematikan?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Perang Indonesia dan Australia di Wilayah Timur

[HOAKS] Perang Indonesia dan Australia di Wilayah Timur

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Dua Jenderal yang Membekingi Ferdy Sambo Ditangkap

[HOAKS] Dua Jenderal yang Membekingi Ferdy Sambo Ditangkap

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Penculikan Anak di Jawa Barat

[HOAKS] Video Penculikan Anak di Jawa Barat

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.