Kompas.com - 09/08/2022, 12:12 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah gambar yang diunggah di media sosial beredar dengan narasi ledakan di kota-kota besar Indonesia yang menghancurkan Gedung Kominfo.

Gambar yang beredar itu juga mencatut nama Tribun Network dan Tribun Timur, seolah-olah diambil dari pemberitaan di media tersebut.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut merupakan informasi keliru alias hoaks.

Narasi yang beredar

Sebuah gambar dengan tulisan yang menyatakan ada ledakan di Gedung Kominfo Indonesia beredar di media sosial Instagram ini dan Facebook di sini.

Gambar itu Instagram tampak sebagai tangkapan layar dari unggahan di Facebook.

Dalam gambar terlihat gedung berwarna putih, disertai tulisan "Ledakan di Kantor Kominfo". Selain itu, ada juga logo media Tribun Network dan Tribun Timur yang disematkan di gambar.

Hoaks ledakan di Kantor KominfoTangkap layar Facebook.com Hoaks ledakan di Kantor Kominfo

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri gambar tersebut menggunakan fitur reverse image search. Hasilnya, ditemukan beberapa konten berita dengan gambar identik.

Salah satu video dengan tampilan identik muncul dari saluran YouTube Tribun Timur, yang merupakan media jaringan Tribun Network.

Dalam video itu dijelaskan bahwa cuplikan yang ditampilkan merupakan publikasi dari Kepala Staf Pertahanan Kota Kharkiv, Ukraina. Teks yang tersemat di sana menulis: "Detik-detik Ledakan di Kota Kharkiv".

Video asli yang diunggah Tribun Timur itu berjudul "Detik-detik Ledakan di Kota Besar Ukraina Serangan Rusia Hancurkan Gedung Perkantoran", yang secara lengkap bisa diakses di sini.

Di sisi lain, tampilan Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo berbeda dengan gedung warna putih yang diperlihatkan dalam dua unggahan tersebut.

Gedung Kementerian Kominfo Indonesia memiliki lebih banyak kaca dan tidak seluruh tembok berwarna putih. Bangunan itu bisa dilihat di foto dalam berita ini dan ini.

Selain itu, hingga saat ini tidak ada informasi kredibel yang mengabarkan adanya ledakan di Gedung Kominfo.

Sebelumnya, muncul protes terhadap peraturan dari Kementerian Kominfo yang mewajibkan seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk mendaftarkan diri sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE).

Jika tidak mendaftarkan diri ke Kominfo, maka platform digital tersebut akan diblokir. Hal ini yang dikhawatirkan sebagian masyarakat, bahwa aturan itu akan dimanfaatkan pemerintah untuk membatasi suara kritis rakyat.

Terbaru, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta bersiap menggugat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terkait pemblokiran sejumlah layanan digital atau penyedia sistem elektronik (PSE) yang termuat dalam aturan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020.

Meskipun banyak protes muncul sampai saat ini tak ada berita terkonfirmasi terkait adanya serangan bom atau ledakan di Gedung Kominfo.

Ada kemungkinan, unggahan ini juga dibuat sebagai konten satire untuk mengkritik kebijkakan tersebut.

Kesimpulan

Unggahan yang menyebutkan adanya ledakan di kota-kota besar Indonesia yang menghancurkan Gedung Kominfo adalah informasi keliru atau hoaks.

Dalam unggahan yang beredar, terlihat sebagai manipulasi dari video yang tayang di akun YouTube Tribun Timur, yang memperlihatkan ledakan yang menghancurkan kota Kharkiv.

Adapun Kharkiv merupakan kota terbesar kedua di Ukraina, yang menjadi salah satu sasaran serangan Rusia, setelah invasi yang dilakukan negara itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data ICW: Potensi Kerugian Negara akibat Korupsi Capai Rp 33,6 Triliun

Data ICW: Potensi Kerugian Negara akibat Korupsi Capai Rp 33,6 Triliun

Data dan Fakta
[HOAKS] Serangan Serentak TNI dan Rusia Guncang Australia

[HOAKS] Serangan Serentak TNI dan Rusia Guncang Australia

Hoaks atau Fakta
Konteks Keliru, Video Suporter Maroko Bernyanyi untuk Palestina di Piala Dunia 2022

Konteks Keliru, Video Suporter Maroko Bernyanyi untuk Palestina di Piala Dunia 2022

Hoaks atau Fakta
Tiga Modus Korupsi Paling Marak Menurut Data ICW Semester I 2022

Tiga Modus Korupsi Paling Marak Menurut Data ICW Semester I 2022

Data dan Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks, Munculnya Burung Hantu Berwarna Biru

INFOGRAFIK: Hoaks, Munculnya Burung Hantu Berwarna Biru

Hoaks atau Fakta
Awas, Beredar Pesan WA Berisi File APK Mengatasnamakan Tagihan PLN

Awas, Beredar Pesan WA Berisi File APK Mengatasnamakan Tagihan PLN

Hoaks atau Fakta
9 Desember 1868: Lampu Lalu Lintas Pertama di Dunia Dipasang di Inggris

9 Desember 1868: Lampu Lalu Lintas Pertama di Dunia Dipasang di Inggris

Sejarah dan Fakta
Mengenang Akhir Hidup John Lennon...

Mengenang Akhir Hidup John Lennon...

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Waspada! Ada Scam File APK dengan Modus Kurir Paket

INFOGRAFIK: Waspada! Ada Scam File APK dengan Modus Kurir Paket

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Lord Rangga Ada di Belakang Putin

[HOAKS] Video Lord Rangga Ada di Belakang Putin

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Wapres Imbau Warga Miskin Bersedekah untuk Cegah Bencana

[HOAKS] Wapres Imbau Warga Miskin Bersedekah untuk Cegah Bencana

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Indonesia Tunjuk Putin Jadi Pengacara di Sidang Banding WTO

[KLARIFIKASI] Tidak Benar Indonesia Tunjuk Putin Jadi Pengacara di Sidang Banding WTO

Hoaks atau Fakta
Benarkah Ada Ancaman Penjara terhadap LGBT Dalam KUHP?

Benarkah Ada Ancaman Penjara terhadap LGBT Dalam KUHP?

Data dan Fakta
Benarkah Seks di Luar Nikah Bisa Kena Hukuman Penjara?

Benarkah Seks di Luar Nikah Bisa Kena Hukuman Penjara?

Data dan Fakta
[HOAKS] Meteor Jatuh di Laut Baltik Agustus 2022 Dekat Jerman

[HOAKS] Meteor Jatuh di Laut Baltik Agustus 2022 Dekat Jerman

Hoaks atau Fakta
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.