Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Fakta Ibu Jual Ginjal di Tuban untuk Lunasi Utang Pinjol Anaknya

Kompas.com - 24/11/2022, 21:00 WIB
Retia Kartika Dewi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang ibu di Tuban, Jawa Timur menawarkan ginjalnya kepada pengguna jalan dan viral di media sosial pada Senin (21/11/2022).

Informasi itu diunggah oleh akun Twitter ini, dalam bentuk video.

"ANAKNYA TERLILIT HUTANG PINJOL, IBU DI TUBAN JUAL GINJALNYA
ER (59), warga Kec Tuban, Tuban, berniat menjual salah satu ginjalnya. Dia sudah menawarkan kepada masyarakat dengan cara membeberkan poster tulisan tangan “Dijual Ginjal” disertai nomor ponselnya," tulis akun Twitter ini.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, terlihat seorang ibu sedang memegang spanduk bertuliskan "DIJUAL GINJAL".

Ibu tersebut lalu dibawa oleh petugas Dinas Sosial pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban untuk dimintai keterangan.

Berikut sejumlah fakta terkait ibu-ibu yang menawarkan menjual ginjalnya di pinggir jalan.

Baca juga: Diduga Stres, Seorang Ibu Jual Ginjal untuk Anaknya


1. Untuk lunasi utang anak Rp 150 juta

Dilansir dari Kompas.com, Senin (21/11/2022), ibu-ibu yang menawarkan menjual ginjal itu berinisial ER (59).

Wanita paruh baya itu mengungkapkan, alasan dirinya nekat mempromosikan untuk menjual ginjalnya lantaran untuk membantu melunasi utang anaknya sebesar Rp 150 juta.

Ia juga menyadari bahwa tindakannya itu dilarang.

"Saya tahu kalau jual ginjal itu dilarang, tapi terpaksa ingin menjual ginjal karena buat melunasi utang anak saya sampai Rp 150 juta," ujar ER saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/11/2022).

2. Utang berasal dari judi online

Dikutip dari Tribunnews, Kamis (24/11/2022), ER memiliki tiga anak.

Alasan ER ingin menjual ginjal, karena terlilit utang yang dilakukan oleh anak keduanya, H.

Anak kedua ER, H berusia 31 tahun melakukan pinjaman online (pinjol) puluhan juta.

Kemudian, H kembali meminjam uang sekitar Rp 50 juta melalui program kredit usaha rakyat (KUR) dengan jaminan BPKB sepeda motor.

Tidak rampung sampai di situ, H kembali berutang di koperasi dan berbagai tempat.

3. Anak tertipu investasi bodong dan judi

Segala dana yang H dapatkan dari berhutang itu digunakan untuk bisnis investasi.

Mirisnya, bisnis tersebut justru membuat H apes.

H tidak mampu mengembalikan utang yang kian menumpuk selama lebih dari satu tahun.

"Anak saya yang utang kurang lebih total Rp 200 juta, sudah setahun lebih tidak membayar," ujar ER.

Baca juga: Penjual Gorengan di Tuban yang Hendak Jual Ginjal Minta Maaf: Saya Menyesal, Jangan Diikuti

 

4. Anak kabur

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (24/11/2022), Camat Tuban Dani Ramdhani mengatakan, H kabur dari rumah karena sering ditagih utang oleh pegawai bank atau koperasi, rentenir, dan perorangan.

Menurut Dani, sang anak terlilit utang hingga ratusan juta rupiah karena tertipu investasi bodong, melakukan pinjaman online, dan judi online.

"Anaknya kabur itu karena terlilit utang dan tidak mampu membayarnya," kata Dani Ramdhani, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (23/11/2022)

5. Hidup dengan upah jual gorengan

Menurut perempuan yang memiliki 3 orang anak tersebut, menjual salah satu ginjalnya adalah pilihan di tengah kebingungannya mencari cara untuk melunasi utang anaknya.

Dirinya sedih melihat para penagih utang dari pihak bank dan rentenir maupun tetangga sekitar yang silih berganti mendatangi rumahnya untuk menagih utang yang dipinjam oleh anaknya.

Sejak kepergian suaminya yang meninggal setahun lalu, dirinya berjualan gorengan di pinggir jalan untuk menopang kebutuhan hidup keluarga setiap harinya.

Penghasilannya menjual gorengan yang tidak pasti tersebut tidak cukup untuk melunasi utang anaknya yang mencapai ratusan juta rupiah.

"Harapannya dengan menjual ginjalnya dapat membayar utang walaupun tidak bisa melunasi sepenuhnya," ungkapnya.

6. Didatangi Baznas

Petugas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban telah mendatangi ER untuk berkomunikasi.

Dalam pertemuan itu, ER sudah tidak lagi berniat menjual ginjalnya.

"Alhamdulilah ibunya mau berkomitmen dan tidak lagi berniat menjual ginjalnya," ujar Dani.

Baca juga: Ibu Penjual Gorengan di Tuban Ingin Jual Ginjal demi Bayar Utang Anak, Camat: Anaknya Itu Kabur...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 8 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

(Sumber: Kompas.com/Hamim | Editor: Andi Hardik)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

WhatsApp Berencana Memperketat Fitur Chat Lock, Percakapan Penting Semakin Terlindungi

Tren
Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Memiliki 'Vibes' Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Memiliki "Vibes" Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Tren
Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Tren
Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Tren
Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Tren
Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Tren
Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Tren
Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Tren
Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com