Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Video Red Devil Invasi Perairan Danau Toba, Ikan Apa Itu?

Kompas.com - 01/08/2022, 09:05 WIB
Nur Rohmi Aida,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

Menurutnya salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan ikan tersebut untuk ditangkap maupun dijadikan olahan pangan maupun menjadikannya sebagai bahan pakan ikan.

“Membasmi secara manual, sesuatu yang hampir mustahil,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya penting untuk melakukan edukasi ke masyarakat agar tak melepas ikan yang bukan asli Indonesia secara sembarangan.

Baca juga: Selain Cupang, Berikut Jenis Ikan Hias yang Sedang Naik Daun

Pantauan KKP soal ikan red devil

Sementara itu, dikutip dari laman KKP, 14 Juni 2022, ikan red devil di Danau Toba merupakan ikan yang memang saat ini tengah menjadi perhatian oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Selain red devil, ikan yang juga menginvasi Danau Toba yakni ikan kaca-kaca, ikan sapu-sapu, dan juga bawal.

Ikan-ikan tersebut pada akhirnya membuat ikan asli Danau Toba yakni ikan batak dan ikan pora-pora mengalami penurunan stok bahkan hampir punah.

Ikan red devil ini tidak diminati nelayan karena dapat merusak jaring nelayan. Selain itu harga jualnya sangat rendah hanya sekitar Rp 2.000-Rp 3.000 per kilogram, bahkan di beberapa lokasi tidak memiliki nilai jual,” kata Koordinator Pengelolaan Sumber Daya Ikan Perairan Daratan Novia Tri Rahmawati.

Baca juga: Viral Ayah Goreng Ikan Arwana Seharga Rp 2 Juta, Kenapa Harga Ikan Arwana Mahal?

Novia mengatakan strategi jangka pendek untuk mengatasi ikan invasif tersebut diperlukan di antaranya adalah dengan metode eradikasi, melalui penangkapan ikan secara masal untuk non-konsumsi, atau menggunakan alat penangkapan ikan bubu.

“Kita juga dorong nelayan bermitra dengan pelaku usaha pengolahan tepung ikan. Bantuan pemerintah sesuai aturan yang berlaku berupa alat penangkapan ikan bubu maupun mesin pakan ikan juga menjadi alternatif dalam meningkatkan minat masyarakat untuk menangkap ikan red devil di Danau Toba,” imbuhnya.

Langkah lainnya, yang juga diperlukan adalah berupa penebaran ikan asli/endemik, penguatan reservaat dan/atau pembuatan ekosistem konservasi buatan.

Selain itu juga diperlukan pelibatan kelompok masyarakat pengawas untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan yang merusak sumber daya ikan.

Baca juga: Selain Arwana, Ini 5 Ikan Akuarium Termahal di Dunia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Viral, Video Kucing Menggonggong Disebut karena 'Salah Asuhan', Ini Kata Ahli

Viral, Video Kucing Menggonggong Disebut karena "Salah Asuhan", Ini Kata Ahli

Tren
Seekor Kuda Terjebak di Atap Rumah Saat Banjir Melanda Brasil

Seekor Kuda Terjebak di Atap Rumah Saat Banjir Melanda Brasil

Tren
Link Live Streaming Indonesia vs Guinea U23 Kick Off Pukul 20.00 WIB

Link Live Streaming Indonesia vs Guinea U23 Kick Off Pukul 20.00 WIB

Tren
Prediksi Susunan Pemain Indonesia dan Guinea di Babak Play-off Olimpiade Paris

Prediksi Susunan Pemain Indonesia dan Guinea di Babak Play-off Olimpiade Paris

Tren
Alasan Semua Kereta Harus Berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Bukan untuk Menaikturunkan Penumpang

Alasan Semua Kereta Harus Berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Bukan untuk Menaikturunkan Penumpang

Tren
Indonesia Vs Guinea, Berikut Perjalanan Kedua Tim hingga Bertemu di Babak Playoff Olimpiade Paris 2024

Indonesia Vs Guinea, Berikut Perjalanan Kedua Tim hingga Bertemu di Babak Playoff Olimpiade Paris 2024

Tren
Pelatih Guinea soal Laga Lawan Indonesia: Harus Menang Bagaimanapun Caranya

Pelatih Guinea soal Laga Lawan Indonesia: Harus Menang Bagaimanapun Caranya

Tren
8 Pencetak Gol Terbaik di Piala Asia U23 2024, Ada Dua dari Indonesia

8 Pencetak Gol Terbaik di Piala Asia U23 2024, Ada Dua dari Indonesia

Tren
WHO Temukan 3 Kasus di Riyadh, Ketahui Penyebab dan Pencegahan MERS- CoV Selama Ibadah Haji

WHO Temukan 3 Kasus di Riyadh, Ketahui Penyebab dan Pencegahan MERS- CoV Selama Ibadah Haji

Tren
Pertandingan Indonesia Vs Guinea Malam Ini, Pukul Berapa?

Pertandingan Indonesia Vs Guinea Malam Ini, Pukul Berapa?

Tren
Benarkah Antidepresan Bisa Memicu Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Antidepresan Bisa Memicu Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Ahli

Tren
WHO Peringatkan Potensi Wabah MERS-CoV di Arab Saudi Saat Musim Haji

WHO Peringatkan Potensi Wabah MERS-CoV di Arab Saudi Saat Musim Haji

Tren
Mengapa Lumba-lumba Berenang Depan Perahu? Ini Alasannya Menurut Sains

Mengapa Lumba-lumba Berenang Depan Perahu? Ini Alasannya Menurut Sains

Tren
Cara Cek NIK KTP Jakarta yang Non-Aktif dan Reaktivasinya

Cara Cek NIK KTP Jakarta yang Non-Aktif dan Reaktivasinya

Tren
Berkaca dari Kasus Mutilasi di Ciamis, Mengapa Orang dengan Gangguan Mental Bisa Bertindak di Luar Nalar?

Berkaca dari Kasus Mutilasi di Ciamis, Mengapa Orang dengan Gangguan Mental Bisa Bertindak di Luar Nalar?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com