Kompas.com - 21/06/2022, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Salah satu syarat mengendarai kendaraan di jalan raya adalah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

SIM terbagi menjadi beberapa jenis yakni, SIM A, SIM B I, SIM B II, dan SIM C.

Untuk SIM A, kendaraan yang dikemudikan yakni mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kilogram.

Jika belum punya SIM A, apa saja materi ujian praktiknya dan bagaimana ketentuan kelulusannya?

Baca juga: Jenis-jenis SIM, Syarat, dan Biaya Pembuatan SIM A hingga SIM D

Dilansir dari lampiran Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM, dijelaskan mengenai materi ujian praktik SIM A dan ketentuan kelulusannya.

Materi ujian praktik SIM A

A. Uji menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur sejauh 50 meter pada jalur sempit

Uji menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur sejauh 50 meter pada jalur sempit.Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Uji menjalankan kendaraan bermotor maju dan mundur sejauh 50 meter pada jalur sempit.

1. Wajib bagi setiap uji menggunakan sabuk pengaman sebelum menghidupkan kendaraan uji.

2. Maju pada jalan yang sempit lebar kendaraan bermotor uji ditambah 60 sentimeter dengan ukuran panjang 9 patok sisi kiri ditambah dan 9 patok sisi kanan dengan ukuran panjang kendaraan ditambah setengah panjang kendaraan uji.

3. Sebaliknya mundur sama ukuran dan ketentuan.

4. Ada garis batas start dan garis batas finish dengan ukuran satu kendaraan uji sejajar bemper depan dengan patok start dan garis finish dibagian bemper belakang batas akhir patok. dari setiap tahap melaksanakan pengujian dinyatakan gagal apabila melakukan 2 x kesalahan menyentuh/menjatuhkan patok secara berturut–turut dari masing–masing tahap pengujian.

B. Uji Slalom/ Zig-Zag maju dan mundur

Uji Slalom/ Zig-Zag maju dan mundurPeraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Uji Slalom/ Zig-Zag maju dan mundur

1. Wajib bagi setiap peserta uji menggunakan sabuk pengaman sebelum menghidupkan dan menjalankan kendaraan uji.

2. Menjalankan kendaraan bermotor uji dengan menggunakan patok 9 buah ditambah 1 untuk batas garis start dan 1 untuk batas garis finish dengan ukuran panjang kendaraan uji ditambah setengan kendaraan uji dengan tidak menyentuh/menjatuhkan patok yang berjumlah jumlah 11 buah.

3. Jarak antara patok yang satu dengan yang lain 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji.

4. Dari setiap tahap melaksanakan pengujian dinyatakan gagal apabila melakukan 2 x kesalahan menyentuh/menjatuhkan patok secara berturut-turut dari masing-masing tahap pengujian.

C. Uji Parkir Paralel dan Parkir Seri

Uji Parkir Paralel dan Parkir SeriPeraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Uji Parkir Paralel dan Parkir Seri

1. Wajib bagi setiap peserta uji menggunakan sabuk pengaman sebelum menghidupkan dan menjalankan kendaraan uji.

2. Memarkir kendaraan bermotor uji ditempat yang terbatas.

3. Memarkir kendaraan bermotor uji seri dengan posisi lurus, cara mundur sekali tepat pada posisi parkir yang baik, pergerakan tanpa menyentuh patok, ukuran tempat parkir 1,5 lebar kendaraan dan panjang 1,5 kali kendaraan bermotor uji.

4. Banyaknya patok untuk lintasan jalan dengan tempat parkir 22 buah.

5. Memarkir kendaraan paralel dengan posisi menyamping dengan cara mundur dua kali gerakan tanpa menyentuh patok dengan ukuran tempat parkir yang panjangnya 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji dan lebar 1,5 meter dengan menggunakan patok 26 buah sudah termasuk lebar lintasan.

6. Banyaknya patok untuk lintasan jalan dengan tempat parkir disesuaikan dengan kondisi lapangan uji.

7. Dari setiap tahap melaksanakan pengujian dinyatakan gagal apabila melakukan 2 x kesalahan menyentuh/menjatuhkan patok secara berturut-turut dari masing-masing tahap pengujian meliputi : parkir Seri dan paralel.

D. Uji Mengemudikan Ranmor Berhenti di Tanjakan dan Turunan

Uji Mengemudikan Ranmor Berhenti di Tanjakan dan TurunanPeraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Uji Mengemudikan Ranmor Berhenti di Tanjakan dan Turunan

1. Wajib bagi setiap peserta uji menggunakan sabuk pengaman sebelum menghidupkan dan menjalankan kendaraan uji.

2. Menjalankan kendaraan bermotor uji pada tanjakan dengan sudut kemiringan 150 kemudian lakukan pengereman dengan rem kaki bersamaan menekan kopling tepat diposisi garis stop dan dilanjutkan menarik hand rem. Netralkan perseneleng kemudian pada saat menjalankan kembali kendaraan tidak ada reaksi kendaraan mundur.

3. Pada jalan datar jembatan dengan panjang 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji serta tinggi jalan dari permukaan 2,5 meter, dilakukan pengereman dengan rem kaki dan berhenti di rambu garis stop, kemudian netralkan perseneleng serta jalan
kembali.

4. Di jalan turunan, kendaraan bermotor uji dihentikan di rambu garis stop kemudian dilakukan pengereman dengan hand rem, netralkan perseneleng serta jalan kembali.

5. Lebar jalan pada materi tanjakan dan turunan 1,5 kali lebar kendaraan bermotor uji.

6. Penempatan rambu garis stop ditanjakan, jalan datar serta turunan sekurang-kurangnya berada ditengah-tengah panjang jalan.

7. Dari setiap tahap melaksanakan pengujian dinyatakan gagal apabila melakukan 2 x kesalahan menyentuh/menjatuhkan patok secara berturut-turut dari masing-masing tahap pengujian atau mati mesin, mundur pada saat berhenti ditanjakan atau menekan gas tidak stabil pada saat melanjutkan perjalan dinyatakan gagal.

Baca juga: Biaya Perpanjangan SIM A

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.