Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/06/2022, 15:05 WIB
Taufieq Renaldi Arfiansyah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan banjir di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Unggahan gambar yang memperlihatkan keadaan banjir di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas tersebut salah satunya dibagikan oleh akun ini pada Senin (20/6/2022).

"Dapat kiriman foto wilayah Tanjung Mas Semarang sore ini Moga segera surut," tulis akun tersebut.

Baca juga: Banjir Semarang, Apa Penyebabnya? Ini Analisis Ahli Hidrologi UGM...

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan ketinggian air bahkan dapat membuat sebuah mobil MPV setengah body-nya terendam.

Selain itu, masyarakat yang mengendarai motor juga terlihat menuntun kendaraannya ketika melintasi jalan yang tergenang.

Hingga Selasa (21/6/2022) pukul 11.06 WIB, unggahan tersebut sudah mendapatkan 294 like.

Baca juga: Analisis Faktor Penyebab Banjir Rob di Pantura Jateng

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Andre Li (@andreli_48)

Baca juga: Analisis BRIN soal Banjir Rob Semarang, Benarkah karena Fenomena Astronomis?

Penjelasan BPBD

Saat dikonfirmasi, Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa membenarkan adanya banjir rob tersebut.

Banjir rob mulai menggenangi wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang pada Senin (20/6/2022) antara pukul 13.00 dan 14.00 WIB.

"Medium musim kering itu kemudian ada dampaknya itu kepada pasang surut air laut dan kalau di area pesisir kita itu biasanya terjadi rob, istilahnya kita banjir rob," kata Dikki kepada Kompas.com, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Terjadi Setiap Tahun, Apakah Banjir Rob Bisa Diantisipasi?

Selain itu, pada saat yang sama banjir rob juga melanda sembilan kabupaten/kota lainnya di kawasan pesisir utara Jawa Tengah.

"Kemarin sudah melaporkan ke kita, cuman yang paling ini (tinggi) di pelabuhan Semarang," jelas Dikki.

Ketinggian air di beberapa wilayah bervariasi, ada yang setinggi 5 sentimeter, 30 sentimeter dan bahkan yang paling tinggi sekitar 70-80 sentimeter.

Baca juga: Benarkah Gerhana Bulan Sebabkan Banjir Rob? Ini Penjelasan BMKG

10 kabupaten/kota yang terdampak banjir rob

Banjir rob tinggal menggenangi jalan lingkungan di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu (19/6/2022). *** Local Caption *** Banjir rob tinggal menggenangi jalan lingkungan di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu (19/6/2022).Dok. BPBD Gresik Banjir rob tinggal menggenangi jalan lingkungan di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu (19/6/2022). *** Local Caption *** Banjir rob tinggal menggenangi jalan lingkungan di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu (19/6/2022).

Berikut adalah daftar 10 kabupaten/kota yang terdampak banjir rob pada Senin (20/6/2022):

  1. Kabupaten Jepara
  2. Kabupaten Demak
  3. Kota Semarang
  4. Kabupaten Kendal
  5. Kabupaten Batang
  6. Kabupaten Pekalongan
  7. Kota Pekalongan
  8. Kabupaten Pemalang
  9. Kabupaten Tegal
  10. Kota Tegal

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Semarang, Cocok buat Berlibur Saat Lebaran

Banjir rob sudah surut

Dikki menjelaskan, banjir rob yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota tersebut berangsur surut sejak Senin (20/6/2022) pukul 17.00 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Mengenal Mycoplasma, Bakteri yang Disebut Jadi Penyebab Kasus Pneumonia Misterius di China

Mengenal Mycoplasma, Bakteri yang Disebut Jadi Penyebab Kasus Pneumonia Misterius di China

Tren
Jarang Diketahui, Ini 8 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Mangga

Jarang Diketahui, Ini 8 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Mangga

Tren
Link dan Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PLD Kemendesa 2023

Link dan Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PLD Kemendesa 2023

Tren
Sengkarut, Investigasi yang Menguak Sisi Tergelap Manusia

Sengkarut, Investigasi yang Menguak Sisi Tergelap Manusia

Tren
Bisakah Penumpang Kereta Ekonomi Pilih Kursi yang Tidak Hadap Mundur?

Bisakah Penumpang Kereta Ekonomi Pilih Kursi yang Tidak Hadap Mundur?

Tren
Mengenal Negara-negara Transkontinental yang Wilayahnya Ada di Dua atau Lebih Benua

Mengenal Negara-negara Transkontinental yang Wilayahnya Ada di Dua atau Lebih Benua

Tren
Cara Cek Data DTKS Sudah Terdaftar atau Belum agar Dapat Bansos

Cara Cek Data DTKS Sudah Terdaftar atau Belum agar Dapat Bansos

Tren
Fenomena 'Full-Time Children' di China, Anak Muda Pilih Tidak Kerja tapi Digaji Orangtua

Fenomena "Full-Time Children" di China, Anak Muda Pilih Tidak Kerja tapi Digaji Orangtua

Tren
Sebabkan RS Penuh, Ini Dugaan Penyebab Pneumonia Misterius di China

Sebabkan RS Penuh, Ini Dugaan Penyebab Pneumonia Misterius di China

Tren
Ramai soal Standar Ganteng Tergantung Zaman, Sosiolog: Produk Sosial dan Budaya Masyarakat

Ramai soal Standar Ganteng Tergantung Zaman, Sosiolog: Produk Sosial dan Budaya Masyarakat

Tren
Gmail dan Akun Google yang Tak Aktif Akan Dihapus pada 1 Desember 2023

Gmail dan Akun Google yang Tak Aktif Akan Dihapus pada 1 Desember 2023

Tren
Cara Daftar Face Recognition Boarding Kereta Api lewat Aplikasi Access by KAI

Cara Daftar Face Recognition Boarding Kereta Api lewat Aplikasi Access by KAI

Tren
AC atau Kipas Angin, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan? Ini Risetnya

AC atau Kipas Angin, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan? Ini Risetnya

Tren
Tidak Dianjurkan Resign Kurang dari Setahun Kerja, Ini Risiko dan Cara Aman Melakukannya

Tidak Dianjurkan Resign Kurang dari Setahun Kerja, Ini Risiko dan Cara Aman Melakukannya

Tren
SWDKLLJ Disebut Bisa Dicairkan hingga Rp 50 Juta, Ini Penjelasan Jasa Raharja

SWDKLLJ Disebut Bisa Dicairkan hingga Rp 50 Juta, Ini Penjelasan Jasa Raharja

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com