Kompas.com - 09/04/2022, 19:45 WIB

KOMPAS.com - Sebuah twit menjadi perbincangan warganet setelah mengungkapkan kebocoran data dari website-website pemerintah di dunia. Salah satunya website pemerintah Indonesia.

Akun ini membagikan informasi bahwa ada lebih dari 800.000 data kredensial yang bocor dari 34.714 website pemerintah di seluruh dunia.

Pada urutan pertama ada data dari website dashboard.prakerja.go.id, kemudian sso.datadik.kemdikbud.go.id.

Selain itu di tangkapan layar yang dibagikan ada website https://info.gtk.kemdikbud.go.id/, https://djponline.pajak.go.id/, https://daftar-sscasn.bkn.go.id/, https://ereg.pajak.go.id/, https://paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id/, dan https://sscndaftar.bkn.go.id/.

Selain membagikan tangkapan layar, akun itu juga menulis narasi sebagai berikut:

"[Q1 2022 Intelligence Report - Government]

878,319 credentials of 34,714 government sites have been leaked from users infected with RedLine stealer malware in Q1 2022.

If GOV organization needs more information, please contact us.

TOP 15K sites:
https://bit.ly/35MnZP4"

Baca juga: Sederet Kasus Kebocoran Data Penduduk di Server Pemerintah

Bagaimana analisis pengamat?

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, mengungkapkan terdapat 878.319 data kredensial yang bocor dari 34.714 website pemerintah di seluruh dunia.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.