Kompas.com - 25/01/2022, 15:30 WIB
Polisi telah menetapkan lima tersangka terkait pengeroyokan terhadap pengendara mobil berinisial HM (89) di Jalan Pulo Kambing Raya, Cakung, Jakarta Timur. HM dikeroyok hingga tewas di lokasi. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADPolisi telah menetapkan lima tersangka terkait pengeroyokan terhadap pengendara mobil berinisial HM (89) di Jalan Pulo Kambing Raya, Cakung, Jakarta Timur. HM dikeroyok hingga tewas di lokasi.

KOMPAS.com - Media sosial belakangan diramaikan dengan video menampilkan sekelompok warga yang mengejar pengendara mobil dan meneriakinya maling.

Padahal, pengendara mobil yang diketahui seorang kakek berusia 89 tahun itu bukan pencuri karena tengah mengendarai mobil miliknya.

"Bukan (maling), itu warga aja salah persepsi. Itu punya sendiri kok, sudah kami cek," kata Kasat Reskrim Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi.

Akibat provokasi itu, pengendara lainnya ikut mengejar mobil dan ikut menghakimi si kakek hingga meninggal dunia.

Kasus ini menjadi catatan panjang warga main hakim sendiri dan berujung kematian.

Akhir Oktober lalu, seorang pencuri di Garut juga tewas dihakimi massa dan dikubur hidup-hidup.

Lantas, mengapa aksi main hakim sendiri masih sering terjadi? Berikut penjelasan ahli:

Baca juga: Soal Indeks Literasi Digital, Mengapa Jawa Kalah dengan Daerah Lain?

Fenomena main hakim sendiri

Dosen Studi Antropologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Budi Rajab mengatakan, peristiwa ini sekaligus menegaskan bahwa kekerasan masih melekat di tubuh masyarakat.

Sehingga, masyarakat mudah terprovokasi untuk melakukan aksi main hakim sendiri pada seseorang yang dituduh berkelakuan lain, dalam hal ini berbuat kriminal.

Tak hanya itu, main hakim sendiri juga termasuk bukti belum adanya kepercayaan pada penegak hukum.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.