Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Gravitasi Versus Gratifikasi

Kompas.com - 23/01/2022, 08:54 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SAHABAT merangkap mahaguru keangkasaan mantan Kepala Staf Angkatan Udara saya, Marsekal Purnawirawan Chappy Hakim berjahil hati berbagi meme dengan teks menggetar sukma BENDA JATUH KARENA GRAVITASI (Isaac Newton) PEJABAT JATUH AKIBAT GRATIFIKASI (Isaac Tangis) .

Dewa Ruci

Meski belum kenal Isaac Tangis, namun saya agak kenal Isaac Newton sebagai tokoh mahafisikawan Inggris yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Fisika sebelum kehadiran Albert Einstein yang kemudian disusul Stephen Hawking dan Richard Feynman.

Memang meme itu benar bahwa adalah Isaac Newton sebagai pelopor teori gravitasi yang merupakan landasan ilmu fisika sebelum nyelonong ke kosmologi sambil tergelinjir ke alam makrokosmos melahirkan astrofisika, namun sekaligus juga mikrokosmos beranak-pinak molekular-biologi serta fisika kuantum maupun metamatematika atau entah apalagi yang sebenarnya sudah dituahkan oleh Dewa Ruci.

Humor

Sebagai pendiri Perhimpunan Pencinta Humor merangkap penggagas HAHI (Hari Humor Indonesia) untuk dirayakan setiap tanggal 7 September (Hari Kelahiran Bapak Humor Indonesia, Gus Dur) serta gagal meneliti humorologi, saya sangat mengagumi maka menghormati atau sebaliknya daya kreatifitas humor sang pembuat meme mahalucu menurut selera subyektif saya tersebut.

Menakjubkan bagaimana sang kreator meme lincah berakrobat mempermainkan logika dengan membenturkan gravitasi dengan gratifikasi yang akhiran ASI-nya memang sama, namun artinya saling beda banget.

Gravitasi lebih merupakan urusan BRIN, sementara Gratifikasi lebih merupakan urusan KPK.

Estetika humor justru terkait pada mengaitkan bahkan mengait-aitkan dua unsur yang sebenarnya tidak saling terkait akibat tidak ada kaitan yang bisa mengaitkan dua unsur sama sejali tidak terkait, namun dipaksakan saling terkait di dalam suatu wadah disebut meme.

Bahwa Isaac Newton sebagai nama seorang tokoh manusia yang memang sebenarnya ada disandingkan dengan Isaac Tangis sebagai nama seseorang yang memang sebenarnya tidak ada.

Namun menjadi ada karena diada-adakan justru mandraguna menjadi bahan peledak kelucuan dengan daya ledak luar biasa dahsyat lucunya.

Tidak kalah lucu adalah bagaimana sang pembuat mahameme konsisten dan konsekuen mendayagunakan kata “jatuh” baik sebagai akibat gravitasi maupun gratifikasi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.