Kompas.com - 24/12/2021, 14:34 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PADA tahun 1964 saya duduk di kelas 1 SMA di Jakarta. Ketika itu para pelajar di SMA harus memilih tambahan 1 bahasa asing selain Bahasa Inggris.

Yang tersedia adalah Bahasa Jerman dan atau Perancis. Kebetulan kelas saya memilih Bahasa Jerman.

Hari pertama pelajaran Bahasa Jerman, masuk ke dalam kelas kami seorang guru Bahasa Jerman yang masih muda.

Beliau baru saja kembali dari memperdalam Bahasa Jerman di Jerman atas bea siswa Goethe Institut, kalau tidak salah.

Penjelasan awal dari Pak Guru bahwa kelas akan menerima pelajaran Bahasa Jerman yang merujuk kepada buku deutsche sprache für ausländer.

Berikutnya ditekankan oleh beliau bahwa Bahasa Jerman jauh lebih mudah dari pada Bahasa Inggris.

Saya masih ingat Sang Guru berkata bahwa dalam Bahasa Jerman vocal dibaca sesuai dengan abjadnya. Tidak seperti dalam Bahasa Inggris i dibaca ai.

Dalam Bahasa Jerman i dibaca i dan seterusnya kecuali ei harus dibaca ai dan eu dibaca oi.

Hari pertama belajar Bahasa Jerman, sang guru “hanya” mengajak para murid untuk bernyanyi.

Namun yang dinyanyikan adalah lagu Malam Kudus yang sudah sangat dikenal oleh hampir semua orang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.